Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KELAPA KOPYOR: PT RPN Target Jual 5.000 Bibit Per Tahun

BISNIS.COM, JAKARTA—PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) menargetkan mampu menjual bibit kelapa kopyor super sebanyak 5.000 bibit per tahun.
Sepudin Zuhri
Sepudin Zuhri - Bisnis.com 05 Maret 2013  |  12:48 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA—PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) menargetkan mampu menjual bibit kelapa kopyor super sebanyak 5.000 bibit per tahun.

Dirut RPN Didiek Hadjar Goenadi mengatakan sampai dengan saat ini penjualan bibit kelapa kopyor itu sudah mencapai 1.000-2.000 bibit per tahun. Namun, ke depan RPN menargetkan penjualan bibit kelapa kopyor super itu mencapai 5.000 bibit per tahun.

Saat ini sudah mencapai 1.000-2.000 bibit per tahun. Target ke depan 5.000 bibit per tahun,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (5/3/2013).

Buah kelapa kopyor sering menjadi minuman penyejuk dahaga ini ternyata memiliki khasiat bagi kesehatan dan juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

Beberapa khasiat kelapa kopyor bagi kesehatan yakni untuk meredakan gatal-gatal, luka bakar, memulihkan demam berdarah dan meningkatkan stamina tubuh.

Di Indonesia, pemanfaatan kelapa kopyor lebih ditujukan untuk kebutuhan konsumsi bahan pangan berupa es kopyor, es krim kopyor, koktil, selei kopyor dan bahan campuran kue.

Sedangkan di Filipina, jenis produk yang dapat dihasilkan dari kelapa kopyor sudah berkembang menjadi lebih beragam, antara lain makapuno coconut candy, pure makapuno preserved (buah kaleng), bokupai (kue kelapa) dan manisan.

Kelapa kopyor dihasilkan dari buah kelapa yang memiliki kelainan genetik, sehingga dalam satu pohon kelapa asli hanya terdapat beberapa buah kelapa kopyor yang menjadi idaman para pecinta kopyor.

Dulunya kelapa kopyor didapat dari buah kelapa biasa yang hanya terdapat sekitar 1-2 butir kelapa kopyor per tandan atau hanya sekitar 10% per pohon.

Menurutnya, inovasi oleh Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia (BPBPI) yang merupakan salah satu Balai Penelitian yang tergabung pada PT RPN, saat ini kelapa kopyor dapat menghasilkan lebih dari 97% buah kopyor. Temuan itu dinamakan Kelapa Kopyor Super.

Didiek menuturkan hambatan lain pengembangan kelapa kopyor selama in disebabkan sulitnya memperoleh bibit. Kelapa kopyor super itu ditemukan oleh para peneliti di BPBPI, yaitu J.S Tahardi, Rahmat Wargadiputra dan Kesumasuasti Warga-Dalem.

Kemudian inovasi tersebut dikembangkan lebih lanjut oleh tim peneliti BPBPI berikutnya, yaitu Sumaryono dan Imron Risadi. Bibit kopyor super, katanya, merupakan bibit kelapa kopyor murni yang dikembangkan dengan sistem kultur embrio.

Menurutnya, harga untuk bibit kelapa kopyor super yang siap tanam Rp385.000 per batang. Dia menilai harga itu terbilang tidak terlalu mahal, karena untuk memproduksi bibit kelapa kopyor super diperlukan waktu kurang lebih satu setengah tahun serta prospek nilai ekonominya yang sangat tinggi.

Harga kelapa kopyor, lanjutnya, sepuluh kali lebih mahal dibandingkan dengan kelapa biasa. “Rasanya yang nikmat membuat banyak orang menyukai produk kelapa kopyor. Tingginya minat konsumen terhadap produk ini membuat peluang bisnis kelapa kopyor begitu cerah dan mempunyai peluang yang sangat menjanjikan baik sekarang maupun pada masa yang akan datang,” ujarnya.

Didiek menambahkan dengan adanya bibit kelapa kopyor super tersebut, maka akan memudahkan bagi pihak yang ingin berbisnis kelapa kopyor.

Ketua Dewan Kelapa Indonesia Irawadi Jamaran menilai kelapa kopyor sudah mulai ada yang menanam dengan rencana kendali areal, tetapi masih terbatas.

Secara teoritis panennya berharga lebih mahal dari yang normal, bahkan lebih mahal dari bibit kelapa,” jelasnya. (bas)

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bibit kelapa kopyor rpn

Sumber : Sepudin Zuhri

Editor : Others
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top