Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

KOMITMEN PMA: Manufaktur Dominasi Proyek Belum Terealisasi

JAKARTA—Sektor manufaktur masih mendominasi komitmen penanaman modal asing (PMA) yang dibuat sepanjang 2008 sampai 2012 yang belum terealisasi.
Ismail Fahmi
Ismail Fahmi - Bisnis.com 18 Februari 2013  |  21:30 WIB

JAKARTA—Sektor manufaktur masih mendominasi komitmen penanaman modal asing (PMA) yang dibuat sepanjang 2008 sampai 2012 yang belum terealisasi.

Tamba P. Hutapea, Deputi Perencanaan Penanaman Modal BKPM, mengungkapkan sektor manufaktur atau sektor sekunder mengambil porsi 52,9% atau Rp573,4 triliun dari total komitmen PMA yang belum terealisasi sebesar Rp1.084 triliun.

 Menurutnya,  kecenderungan realisasi investasi ke depan bisa diperkirakan dari komposisi komitmen investasi itu.

 “Kurang lebih [perkiraan] komposisi realisasinya masih sama, antara pipeline dengan realisasi,” katanya saat ditemui di kantornya, Senin (18/2).

 Dalam sektor manufaktur, jelas Tamba, industri kimia dasar, barang kimia, dan farmasi masih menempati komposisi terbesar, yaitu 20,9% dari total komitmen investasi sektor manufaktur.

 Adapun, komposisi industri logam dasar sebesar 11,9% dan makanansebesar 6,7% yang menempati komposisi tertinggi selanjutnya.

 Minat investor asing di sektor tersier berkontribusi sebesar 32,9% atau Rp356,6 triliun dari total komitmen PMA yang ada. Sektor ini masih didominasi oleh sektor listrik, gas, dan air dengan komposisi 9,2%.

 Komposisi sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi sebesar 5,8% dan sektor perdagangan sebesar 5,3% yang memiliki komposisi tertinggi berikutnya.

 Komitmen PMA sektor primer mencapai 14,1% dengan nilai Rp152,8 triliun. Sektor ini didominasi oleh sektor pertambangan dengan komposisi 8% dan sektor perkebunan dengan komposisi 5,7%.  (if)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi pma tamba hutapea modal asing

Sumber : Hedwi Prihatmoko

Editor : Others
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top