Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

INFLASI: Tangkal krisis global, pemerintah jaga konsumsi domestik

JAKARTA: Pemerintah berkomitmen untuk menjaga konsumsi domestik dengan mengelola tingkat inflasi di bawah 5% pada 2013.Hatta Rajasa, Menteri Koordinator bidang Perekonomian, mengatakan perekonomian Indonesia relatif kuat menghadapi krisis global. Hal
- Bisnis.com 30 Januari 2013  |  12:41 WIB

JAKARTA: Pemerintah berkomitmen untuk menjaga konsumsi domestik dengan mengelola tingkat inflasi di bawah 5% pada 2013.

Hatta Rajasa, Menteri Koordinator bidang Perekonomian, mengatakan perekonomian Indonesia relatif kuat menghadapi krisis global. Hal ini ditopang oleh tingginya konsumsi domestik.

"Konsumsi domestik ini harus dijaga supaya berkelanjutan. Caranya dengan menjaga harga komoditas konsumsi, terutama pangan," kata Hatta seperti yang diwakili oleh Deputi Menko bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Lucky Eko Wuryanto dalam seminar Can the Consumer Economy Keep Indonesia Out of Trouble, Rabu (30/01).

Dalam sambutan tertulisnya, Hatta menuturkan pemerintah akan mendorong peran aktif Bulog dalam stabilisasi komoditas pangan strategis, seperti beras dan kedelai.

Untuk menjaga tingkat inflasi, lanjutnya, pemerintah juga berupaya meningkatkan infrastruktur dan sarana transportasi. Tahun ini laju inflasi ditargetkan berada di bawah 5% agar BI Rate bisa dipertahankan di level 5,75%

"Rendahnya inflasi dan suku bunga acuan penting untuk menjaga daya beli masyarakat. Ini juga bentuk insentif bagi industri domestik yang hendak melakukan ekspansi bisnis," ujarnya.

Untuk menjaga tingkat konsumsi, Hatta menambahkan, belanja pemerintah harus didorong lebih tepat waktu, efektif, dan tepat sasaran.

Hatta memaparkan ada 2 area yang harus diperhatikan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan, yakni besarnya subsidi bahan bakar minyak dan akselerasi pembangunan infrastruktur.

"Subsidi BBM itu US$20 miliar-US$30 miliar per tahun. Ini harus dikurangi untuk belanja yang lebih produktif, karena subsidi BBM yang seperti ini bukan kebijakan yang sustainable," tuturnya.

Pemerintah, imbuhnya, menyiapkan opsi penaikan harga BBM bersubsidi apabila terjadi tekanan yang hebat pada sisi fiskal. Namun, risiko yang mengiringinya seperti lonjakan inflasi dan risiko naiknya tingkat kemiskinan harus diantisipasi.

"Banyak yang khawatir kinerja ekonomi jelang Pemilu 2014, pemerintah akan berupaya menciptakan predikbilitas dan kepastian dalam berinvestasi," kata Hatta. (arh)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Aprika Rani Hernanda

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top