Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

DEPRESIASI RUPIAH: Berpotensi dorong reinvestasi

JAKARTA--Depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berpotensi mendorong reinvestasi di sejumlah sektor industri yang padat modal asing.Kepala BKPM Chatib Basri mengatakan pada 2013 kegiatan penanaman kembali keuntungan investasi atau
- Bisnis.com 29 Januari 2013  |  18:08 WIB

JAKARTA--Depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berpotensi mendorong reinvestasi di sejumlah sektor industri yang padat modal asing.

Kepala BKPM Chatib Basri mengatakan pada 2013 kegiatan penanaman kembali keuntungan investasi atau reinvestasi berpotensi meningkat. Pasalnya, kurs rupiah tengah mengalami depresiasi dari Rp9.000/US$ menjadi Rp9.300-9.700/US$.

"Kalau kurs melemah, investasi jadi lebih murah. Revenue mereka kan dalam rupiah, sementara repatriasi dalam dolar, lebih baik reinvestasi," ujarnya dalam jumpa pers terkait realisasi investasi 2012, Selasa (29/1/2013).

Selain depresiasi kurs rupiah, kata Chatib, perekonomian Indonesia yang tumbuh positif di tengah ketidakstabilan ekonomi global juga mendorong investor asing menanamkan kembali laba usahanya di Tanah Air.

Azhar Lubis, Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM, mengatakan reinvestasi kemungkinan dilakukan oleh industri di sektor otomotif, semen, dan perkebunan kelapa sawit.

"Hampir semua industri otomotif itu berencana melakukan perluasan. Kemudian industri semen itu profitnya naik 16% per tahun, hampir seluruh pabrik semen itu perluasan. Industri pengolah kelapa sawit juga," ujarnya.

Menurut Azhar, rencana investasi berupa perluasan industri mencakup 40% dari total komitmen investasi yang telah mendapat persetujuan BKPM. Namun, tidak semua rencana perluasan kapasitas industri merupakan reinvestasi.

"Kalau perluasan itu kira-kira 40%, tetapi perluasan bisa juga modalnya dari pinjaman bukan dari reinvestasi," kata Azhar.(msb)
 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Ana Noviani

Editor : Martin-nonaktif

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top