Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

TRIPARTIT BURUH: KSPI Sayangkan Boikot Apindo

JAKARTA—Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia menyayangkan sikap Asosiasi Pengusaha Indonesia atau Apindo yang memboikot Lembaga Kerja Sama Tripartit Nasional (LKS Tripnas).
News Editor
News Editor - Bisnis.com 27 Desember 2012  |  01:59 WIB

JAKARTA—Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia menyayangkan sikap Asosiasi Pengusaha Indonesia atau Apindo yang memboikot Lembaga Kerja Sama Tripartit Nasional (LKS Tripnas).

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan sikap Apindo tersebut mencerminkan karakter pengusaha yang egois dan kekanak-kanakan. Menurutnya, selama ini kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah juga telah disetujui oleh Apindo.

“Boikot LKS Tripnas adalah sikap kekanak-kanakan serta menunjukkan karakter pengusaha yang hanya mau menang sendiri,” kata Said melalui  pesan singkatnya, Rabu (26/12/2012).

Said menambahkan tidak tepat jika kebijakan mengenai Peraturan Menteri Tenaga Kerja (Permenaker) No. 19/2012 tentang Syarat Outsourcing dan Permenaker No. 13/2012 tentang Komponen dan Pelaksanaan Tahapan Pencapaian Kebutuhan Hidup Layak (KHL) yang dijadikan sebagai alasan.

Kedua kebijakan tersebut, lanjutnya, sudah melalui rapat tripnas serta ada notulen kesepakatan dan ditandatangani oleh ketua umum Apindo. Berdasarkan Permenaker No. 13/2012 tersebut dewan pengupahan dan gubernur memutuskan besaran upah minimum di setiap daerah setelah sebelumnya dilakukan survei harga pasar secara tripartit.

“Jadi dari fakta ini tidak ada alasan Apindo memboikot LKS Tripnas dan mengklaim pemerintah tidak mendengar suara pengusaha. Bandingkan, sudah 10-15 tahun buruh diperlakukan tidak adil seperti upah murah, outsourcing, minim jaminan sosial, tetapi buruh tetap mengikuti tripnas atau tripda,” jelas Said.

Said menuturkan penggunaan outsourcing menjadi hanya lima jenis pekerjaan, adanya jaminan kesehatan, dan pensiun yang memadai diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi kinerja. Dia menilai hal ini wajar saat pertumbuhan ekonomi meningkat dan peringkat investasi membaik. (sut)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Rio Sandy P.

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top