INSIDEN LION AIR: Kemenhub Tegaskan Ban Pesawat Pecah Di Bandara Riau

JAKARTA—Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan Bambang S. Ervan mengatakan insiden yang menimpa pesawat Lion Air di  bandara Raja Haji Fisabilah Tanjung Pinang Kepulauan Riau adalah insiden pecah ban. 
News Editor | 24 Desember 2012 20:10 WIB

JAKARTA—Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan Bambang S. Ervan mengatakan insiden yang menimpa pesawat Lion Air di  bandara Raja Haji Fisabilah Tanjung Pinang Kepulauan Riau adalah insiden pecah ban. 

Bambang mengungkapkan insiden pecah ban terjadi pada pesawat Lion Air dengan kode penerbangan PK-LIU B737-300 at TNJ as JT621 CGK-TNJ. 

“Info yang saya terima blow out [meletus] bukan flat [kempes] tidak diketahui pecah saat taxi atau landing,” ujarnya kepada Bisnis, Senin (24/12). 

Bambang menjelaskan pesawat yang berangkat dari Jakarta itu, setelah mendarat dan parkir di bandara Raja Haji Fisabilah Tanjung Pinang Kepulauan Riau telah dilakukan pengecekan.“Saat pengecekan ditemukan roda ke empat pecah. Langsung dilakukan pergantian roda ke empat dan juga roda ke tiga walaupun roda ketiga tidak masalah,” katanya. 

Bambang mengungkapkan setelah dilakukan pengecekan performasi anti skid system dan pengecekan operasional kondisi pesawat itu dinyatakan laik untuk terbang kembali. 

Menurutnya,  pihak Lion Air setelah insiden itu telah mengambil tindakan penyelamatan dengan mengganti kedua roda pesawat yaitu roda ketiga dan keempat. 

Sebelumnya pihak Lion Air mengklaim bahwa pesawat mereka yang berangkat dari Jakarta menuju Tanjung Pinang Kepulauan Riau pada Minggu 23/12/2012 tidak mengalami insiden pecah ban namun ban pesawat hanya kempes. 

Humas Lion Air, Edward Sirait menyatakan dengan adanya insiden itu pesawat mereka mengalami keterlambatan sekitar 15 menit. 

Pesawat itu membawa penumpang sebanyak 150 orang meliputi 134 penumpang dewasa, 15 orang anak dan satu orang bayi. (if)  

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Henrykus F. Nuwa Wedo

Editor : Wan Ulfa Nur Zuhra

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup