Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

FISCAL CLIFF: Tak Berdampak Signifikan Bagi Indonesia

JAKARTA—Jika fiscal cliff, yang diyakini dapat membuat Amerika Serikat (AS) kembali resesi, terjadi pada tahun depan, dampaknya dinilai tidak akan signifikan terhadap perekonomian Asia, termasuk Indonesia.
Muhammad Fazrin
Muhammad Fazrin - Bisnis.com 18 Desember 2012  |  21:13 WIB

JAKARTA—Jika fiscal cliff, yang diyakini dapat membuat Amerika Serikat (AS) kembali resesi, terjadi pada tahun depan, dampaknya dinilai tidak akan signifikan terhadap perekonomian Asia, termasuk Indonesia.

Menurut Zamroni Salim, peneliti ekonomi di Habibie Center & Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), dampak negatif dari fiscal cliff tidak akan terasa secara langsung oleh Indonesia.

“Jika China bisa bertahan, maka semua negara Asia lainnya akan selamat,” kata Zamroni dalam diskusi panel mengenai Outlook Perekonomian dan Tantangan Kebijakan untuk 2013 yang diselenggarakan Bank Dunia di Jakarta pada Selasa (18/12).

Wakil Presiden Direktur PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Felia Salim mengatakan China akan bertahan jika fiscal cliff terjadi, meskipun negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia itu adalah salah satu ekportir terbesar bagi AS.

“Pemerintah China telah meningkatkan belanja infrastruktur di daerah-daerah. Saya rasa itu cukup untuk menggenjot permintaa domestik sehingga mengimbangi ketergantungan akan ekspor,” jelas Felia kebada Bisnis.

Selain pemulihan di China, menurut Felia, pemulihan di wilayah perekonomian yang lain juga dapat mengimbangi dampak negatif dari resesi ekonomi AS. “Eropa yang relatif membaik dapat berdampak positif kepada AS dan dunia,” jelas Felia.

Felia menambahkan efisiensi belanja negara, seperti pengalihan anggaran subsidi energi kepada infrastruktur, dapat membantu Indonesia meredam dampak negatif tersebut. Apalagi, perekonomian Indonesia lebih bergantung kepada konsumsi domestik ketimbang ekspor.

Senada dengan Zamroni dan Felia, Kepala Ekonom Bank Danamon Anton Gunawan berpendapat Indonesia dan Asia tidak akan terkena dampak yang signifikan dari fiscal cliff AS.

“Perdagangan Asia semakin kuat secara regional. AS sejak 2008 juga telah menekan perekonomian dunia, tapi Indonesia dapat bertahan. Saya yakin pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak akan tertekan hingga di bawah 6%,” jelas Anton kepada Bisnis. (if)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Wan Ulfa Nur Zuhra

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top