Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

INVESTASI INFRASTRUKTUR: 8 Perusahaan AS Berminat Tanam Modal

JAKARTA--Sedikitnya delapan perusahaan asal Amerika Serikat akan menanamkan investasi di sektor infrastruktur  di Indonesia, menyusul kedatangan Wakil Menteri Perdagangan AS dan delapan delagasi perusahaan infrastruktur AS ke Jakarta. 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 13 November 2012  |  14:25 WIB

JAKARTA--Sedikitnya delapan perusahaan asal Amerika Serikat akan menanamkan investasi di sektor infrastruktur  di Indonesia, menyusul kedatangan Wakil Menteri Perdagangan AS dan delapan delagasi perusahaan infrastruktur AS ke Jakarta. 

Kedelapan perusahaan  AS  tersebut adalah  Black and Veatch–Overland Park, Kan, Cisco Systems – San Jose, Calif, General Electric Company –Fairfield, Conn, Honeywell International, Inc. –Morristown, N.J, Oshkosh Corporation – Oshkosh, Wisc, The Shaw Group – Baton Rouge, La, Westinghouse Electric Company –Cranberry Township, Pa., dan PorleyParsons LLC – Bellaire, Texas  

Wakil Menteri Perdagangan Fransisco Sánchez mengatakan Indonesia adalah pasar dinamis yang menawarkan berbagai kesempatan yang luas untuk pembangunan di sektor-sektor infrastruktur dan teknologi. 

Artinya, kebutuhan infrastruktur di berbagai area dari sektor penerbangan hingga ke konstruksi ke teknik sipil, juga akan tinggi.

"Karena itulah, Perusahaan-perusahaan AS memiliki peluang investasi sektor infrastruktur yang cukup besar di Indonesia, termasuk peluang penawaran berbagai produk serta jasa yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut," ujarnya  di Jakarta Selasa (13/11). 

Sanchez mengatakan saat ini mereka belum menetapkan area spesifik khusus untuk proyek infrastruktur yang akan dibangun. 

Namun, katanya, selain infrastruktur juga mereka akan investais di sektor lainnya seperti permesinan, infrastruktur manajemen, teknologi, dan sektor lainnya. Agar rencana realisasi tersebut, katanya, diharapkan kendala dalam pelaksanaan investasi di Indonesia dapat ditangani bersama. 

Selama ini,  lanjutnya, Indonesia juga menjadi pasar terbesar eksportir AS. Misalnya saja, nilai ekspor barang-barang AS ke Indonesia pada Agustus 2012 mencapai US$5,5 miliar, atau naik 10% dibandingka periode yang sama tahun lalu.

Presdir  PT PII Sintya Roesli mengatakan kesepakatan berupa co guarantee untuk proyek yang potensial dari perusahaan Amerika. Namun, katanya, sampai saat ini masih belum ditetapkan apakah proyek dari delapan perusahaan itu akan  mendapatkan dukungan jaminan bersama tersebut. 

"Masih dalam tahap pembahasan awal. Yang pasti, jaminan diberikan untuk proyek yang eligible, yang dinilai layak dijaminkan  oleh OPIC dan PII," ujar Sintya.  (if)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Mia Chitra Dinisari dan Trimasari

Editor : Wan Ulfa Nur Zuhra

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top