Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

GIZI & PANGAN: Pemerintah rilis program RAD-PG

JAKARTA: Pemerintah meluncurkan Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi (RAD-PG) sebagai panduan perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi pembangunan pangan dan gizi nasional.Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas Armida S. Alijahbana
Diena Lestari
Diena Lestari - Bisnis.com 31 Mei 2012  |  13:06 WIB

JAKARTA: Pemerintah meluncurkan Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi (RAD-PG) sebagai panduan perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi pembangunan pangan dan gizi nasional.Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas Armida S. Alijahbana mengatakan dokumen RAD-PG merupakan upaya membangun sinergi pusat dan daerah dalam proses perencanaan, penganggaran hingga evaluasi berbagai program kegiatan percepatan pencapaian pembangunan pangan dan gizi."Dokumen ini juga berfungsi sebagai alat advokasi dan sosialisasi dalam meningkatkan pemahaman atas berbagai upaya penanganan masalah pangan dan gizi bagi seluruh pemangku kepentingan," kata Armida dalam peluncuran RAD-PG Provinsi, hari ini (31/05).RAD-PG merupakan amanat Instruksi Presiden (Inpres) No.3/2010 tentang Program Pembangunan yang Berkeadilan, utamanya terkait dengan upaya pencapaian Millenium Development Goals (MDGs) 2015.Rencana Aksi ini, kata Armida, dirumuskan dengan menggunakan prinsip 5 pilar pembangunan pangan dan gizi. Pilar tersebut mencakup perbaikan gizi masyarakat, akesibilitas pangan, serta mutu dan keamanan pangan.Selain itu, RAD-PG juga merujuk prinsip perilaku hidup bersih dan sehat, serta meliputi kelembagaan pangan dan gizi. Lima prinsip ini juga sejalan dengan upaya global dalam penanganan masalah gizi melalui Scalling-Up Nutrition Movement (SUN-Movement)."Partisipasi masyarakat dalam pembangunan pangan dan gizi sangat diperlukan, supaya dapat mendorong pembangunan yang berkesinambungan," ujarnya.Untuk mengoptimalkan pembangunan pangan dan gizi, tambah Armida, diperlukan dukungan sumber daya dan infrastruktur yang memadai. Armida berharap kerja sama pemerintah dan swasta dapat terus didorong sebagai langkah harmonisasi dan partisipasi.Peningkatan ketahanan pangan menjadi salah satu sasaran peningkatan daya tahan ekonomi nasional. Dalam mencapai sasaran tersebut, pemerintah berupaya mencapai surplus beras 10 juta ton.Tahun ini, pemerintah menargetkan produksi padi dapat mencapai 67,8 juta ton gabah kering giling. Upaya pencapaian sasaran tersebut ini juga ditopang oleh target penurunan 1,5% konsumsi beras dan pencetakan sawah baru seluas 100 ribu hektar pada 2012.Sementara target MDG's yang berkaitan dengan pangan dan gizi a.l. menekan angka kematian ibu melahirkan dan menurunkan angka kematian anak. (faa)

 

 

BERITA LAINNYA:

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Dara Aziliya

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top