Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

INDUSTRI BATIK: Pewarna alami dianjurkan

 
Muhammad Sarwani
Muhammad Sarwani - Bisnis.com 21 Mei 2012  |  19:05 WIB

 

 

JAKARTA: Kementerian Koperasi dan UKM mendorong perajin batik yang bergabung di bawah koperasi untuk menggunakan bahan pewarna alami sebagai partisipasi dunia usaha melestarikan lingkungan hidup.

 

Koperasi diyakini mampu menjalankan peran dan fungsinya menjadi pendamping perajin batik di berbagai daerah untuk menjaga kebersihan lingkungan. Terutama dalam menggunakan zat pewarna pada proses membatik.

 

“Saat ini terjadi perubahan mendasar pengunaan pewarna batik setelah ada pelarangan menggunakan bahan kimia yang menyebabkan penyakit kanker. Isu back to nature dan go green menjadi terdepan dalam proses pembatikan,” ujar Deputi Bidang Produksi Kementerian Koperasi dan UKM, Braman Setyo kepada Bisnis, Senin, 21 Mei 2012.

 

Saat ini terdapat empat koperasi perajin batik yang telah menggunakan pewarna alami untuk proses pembatikan. Pertama, Koperasi Wanita (Kopwan) Suka Maju di Imogiri, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

 

Kedua, Koperasi Wanita (Kopwan) Batik Puri di Desa Cokrokembang, Ngadirojo, Pacitan, Provinsi Jawa Timur. Ketiga, Koperasi Persatuan Pengusaha Batik Indonesia (Perbain) di Sokaraja, Banyumas, Jawa Tengah. Keempat adalah Koperasi Pengusaha Batik Indonesia Mitra Batik di Gunung Jambe, Tasikmalaya, Jawa Barat.

 

Menurut Braman Setyo, penggunaan zat pewarna alami dalam proses pewarnaan batik didorong dan disosialisasikan kepada perajin agar mereka berkesempatan berkompetisi memasarkan produknya secara global sembari menjaga kelestarian alam.

 

Penggunaan zat pewarna alami dalam proses pembatikan memberikan ciri khas warna tersendiri sesuai dengan daerahnya. Ini harus dipertahankan dengan mengedepankan program lingkungan hidup,” ujar Braman Setyo.

 

Jumlah perajin batik saat ini tercatat 48.300 unit di seluruh Indonesia. Adapun serapan tenaga kerja 792.300 orang. Dari 48.300 unit perajin tersebut, 17 di antaranya mampu menyerap 5.051 orang. Total nilai produksi batik nasional mencapai Rp3,14 triliun, dan total ekspor mencapai US$110 juta.(msb)

 

BERITA MARKET PILIHAN REDAKSI:

 

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Mulia Ginting Munthe

Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top