Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

EKSPOR UDANG diprediksi tembus Rp17,5 triliun

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 10 Mei 2012  |  22:12 WIB

 

JAKARTA: Eksportir produk perikanan optimistis mampu meningkatkan nilai ekspor udang tahun ini hingga US$1,9 miliar (Rp17,5 trilliun), didorong peningkatan produksi di sejumlah sentra produksi udang di Lampung dan kawasan tambak pantai utara Jawa.

Ketua Umum Asosiasi Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia Thomas Darmawan mengungkapkan target tersebut akan melampaui pencapaian ekspor udang tahun lalu sebesar US$ 1,3 miliar. Kontribusi ekspor udang, serunya, akan meningkat hingga 40% dari total penjualan produk perikanan Indonesia ke luar negeri.
 
Menurut Thomas, pasokan udang akan mengandalkan produksi udang di Lampung yang diperkirakan mencapai 95.000 ton per tahun, naik dua kali lipat dari pencapaian tahun lalu. Sejumlah revitalisasi tambak udang di Pantura juga akan turut menopang peningkatan ekspor.
 
“Situasi pasar internasional sedang positif, harga udang kita juga sedang bagus-bagusnya US$ 7 per kilogram, naik 40% dibanding tahun lalu,” ungkapnya kepada Bisnis hari ini.
 
Meski begitu, imbuh Thomas, ketersediaan benur udang berkualitas masih menjadi kendala utama karena pasokannya tidak tersedia secara berkelanjutan. Jaminan benur berkualitas akan menjaga daya saing dan harga udang Indonesia di pasar ekspor.
 
Thomas mencatat kebutuhan benur udang nasional tahun ini mencapai 4,2 miliar ekor. Pasokan benur selama ini hanya mengandalkan unit hatchery yang hanya berkembang di pulau Jawa dan Bali dengan total produksi minim sekitar 1,2 juta ekor per tahun.
 
“Keterbatasan benur akhirnya membuat kita terlalu mengandalkan suplai dari luar negeri,” katanya.
Selain itu, sejumlah permasalahan yang masih menghambat produksi diantaranya infrastruktur yang belum memadai seperti akses jalan dan pasokan energi listrik di sejumlah kawasan tambak. Revitalisasi tambak udang baru menyasar lahan seluas 50.000 hektar di Serang Banten. 
 
“Pemerintah masih menunggu alokasi anggaran tahun depan untuk merevitalisasi total 135.000 hektare tambak yang dibutuhkan,” jelasnya.
 
Keterbatasan permodalan juga masih menjadi momok yang menghantui pelaku industri. Beberapa pabrik pakan yang memberi bantuan bibit kerap menawarkan modal dengan bunga besar sehingga membebani pengusaha.
 
“Padahal, pemerintah dapat mengintervensi persoalan permodalan dengan menggandeng sejumlah perbankan,” ucapnya.
 
 Kementerian Kelautan dan Perikanan menargetkan ekspor perikanan tahun ini diproyeksi mencapai US$ 4,2 miliar, meningkat 16,6% dari perkiraan pada awal tahun yang ditargetkan sebesar US$ 3,6 miliar.
 
Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan KKP Saut Hutagalung mengungkapkan peningkatan target ekspor tahun ini didorong oleh meningkatnya permintaan dari sejumlah negara tujuan ekspor.
 
Kebutuhan udang vaname di Amerika Serikat diperkirakan mencapai 550.000 ton per tahun, Jepang sebesar 400.000 ton, sedangkan Uni Eropa sekitar 300.000 ton. Total dari kebutuhan udang AS, Jepang, dan Uni Eropa diperkirakan mencapai 80% dari dari total kebutuhan udang di dunia.
 
“Permintaan udang sedang tinggi sehingga kapasitas produksi harus kita tingkatkan,” ujarnya saat dijumpai di gedung KKP kemarin.
 
Produksi udang tahun ini diprediksikan naik 10% menjadi 420.000 ton dibandingkan dengan realisasi tahun lalu 381.288 ton, karena ada perbaikan tambak di Pantai Utara Pulau Jawa dan tambak eks Dipasena sudah mulai berproduksi lagi. Revitalisasi tambak udang akan dilakukan secara bertahap hingga 3 tahun ke depan. (sut)

 

 

+ JANGAN LEWATKAN:

10 ARTIKEL PILIHAN Hari Ini

5 Kanal TERPOPULER Bisnis.com

 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top