Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BP Migas yakinkan pasokan gas ke PLN segera mengalir

JAKARTA: Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi menjanjikan tambahan pasokan gas sebesar 60 MMscfd kepada PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) akan mengalir ke pembangkit perseroan mulai November ini, sehingga menghemat subsidi listrik.Deputi
Samantha Ardiansyah
Samantha Ardiansyah - Bisnis.com 11 November 2011  |  21:38 WIB

JAKARTA: Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi menjanjikan tambahan pasokan gas sebesar 60 MMscfd kepada PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) akan mengalir ke pembangkit perseroan mulai November ini, sehingga menghemat subsidi listrik.Deputi Pengendalian Operasi BP Migas Rudi Rubiandini mengatakan tambahan pasokan gas untuk perseroan itu berasal dari Lapangan Jambi Merang sebesar 20 MMscfd yang mulai mengalir pada 15 November 2011, dan 40 MMcfd dari Lapangan Gajah Baru mulai akhir November 2011."Dilihat dari kesiapan administrasinya, [gas] dari Jambi Merang ini yang lebih siap dialirkan pada minggu depan, daripada Gajah Baru. Total [tambahan gas] bulan ini untuk PLN ada 60 MMscfd," ujarnya, hari ini.Menurutnya, pasokan gas dari Jambi Merang ke PLN itu akan naik secara bertahap, yakni dari 20 MMscfd menjadi 40 MMscfd, dan terakhir 65 MMscfd pada Desember 2011. "Jadi, pada akhir tahun, pasokan gas ke PLN bertambah 105 MMscfd dari Jambi Merang dan Gajah Baru."Sementara itu, imbuhnya, untuk pasokan gas dari Lapangan Gajah Baru sebesar 40 MMscfd masih memastikan kesiapan teknis dan menyelesaikan proses administrasinya, sehingga baru bisa dialirkan pada akhir November."Pada prinsipnya, ini [tambahan gas PLN] kan untuk mengurangi subsidi 2012. InsyaAllah target itu tercapai, agar BPP [biaya pokok penyediaan] listrik PLN juga turun," tutur Rudi.Kepala Divisi BBM dan Gas PLN Suryadi Mardjoeki memperkirakan masuknya tambahan gas 105 MMscfd ke pembangkit perseroan itu mampu menghemat biaya bahan bakar mencapai US$1,79 juta per hari, terdiri dari US$1,17 juta per hari dari pasokan gas Jambi Merang dan US$620.000 per hari dari Gajah Baru.Dia mengungkapkan penghematan tersebut dihitung berdasarkan harga beli gas Jambi Merang sebesar US$6,98 per juta Btu dan Gajah Baru US$9,5 per juta Btu. "Kami minta BP Migas bisa memastikan bahwa gas itu bisa mengalir sesuai jadwal. PGN dan BP Migas memang sudah setuju dan tandatangan, tetapi kalau tidak ada hitam di atas putih, saya tidak percaya," katanya.Menurutnya, pasokan gas ke PLN itu seharusnya sudah tidak ada persoalan lagi, mengingat semua persyaratan sudah dipenuhi perusahaan listrik pelat merah itu, termasuk besaran swap fee-nya."Produsen gasnya siap [mengalirkan gas], dan swap fee yang diminta sudah dipenuhi PLN. Seharusnya ini [pasokan gas] tidak boleh mundur," ujar Suryadi.Pasokan gas untuk PLN itu menggunakan mekanisme pertukaran (swap). Gas dari Lapangan Gajah Baru di Kepulauan Natuna yang dikelola Premier Oil ditukar dengan Blok Koridor di Sumatra Selatan yang dioperasikan ConocoPhillips.Selanjutnya, produksi gas Gajah Baru masuk ke konsumen Conoco di Singapura, sedangkan produksi gas Conoco ke Singapura dialihkan ke PLTGU Muara Tawar, Bekasi milik PLN melalui pipa South Sumatera West Java milik PT PGN Tbk.Sementara itu, pasokan gas dari Lapangan Jambi Merang bertukar dengan Blok Koridor. Produksi Jambi Merang yang dioperasikan Joint Operating Body PT Pertamina Hulu Energi-Talisman dialirkan ke konsumen ConocoPhillips yakni PT Chevron Pacific Indonesia, sedangkan gas ConocoPhillips masuk ke pembangkit PLN di Jawa melalui pipa PGN. (faa)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Dara Aziliya

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top