Tol Serangan-Benoa masih tunggu pembentukan perusahaan konsorsium

JAKARTA: Rencana pembangunan proyek tol Serangan-Tanjung Benoa Denpasar Bali saat ini masih menunggu rampungnya proses koordinasi terkait pengadaan tanah dan pembentukan perusahaan konsorsium dari tujuh badan usaha milik negara yang akan menggarap proyek
Linda Tangdialla
Linda Tangdialla - Bisnis.com 29 September 2011  |  15:14 WIB

JAKARTA: Rencana pembangunan proyek tol Serangan-Tanjung Benoa Denpasar Bali saat ini masih menunggu rampungnya proses koordinasi terkait pengadaan tanah dan pembentukan perusahaan konsorsium dari tujuh badan usaha milik negara yang akan menggarap proyek tol sepanjang 11,5 kilometer tersebut.Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum menargetkan proyek tersebut dapat dimulai proses ground breakingnya pada awal Oktober 2011. Namun, jika proses koordinasi belum juga rampung maka kemungkinan besar proses pembangunan juga akan kembali mundur.Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Achmad Gani Gazaly mengatakan koordinasi pengadaan tanah dilakukan dengan kementerian Kehutanan, pasalnya lahan yang akan digunakan untuk rute proyek itu yakni berupa hutan mangrove milik Kementerian tersebut.Menurut dia, setelah proses koordinasi rampung dan amdal selesai disusun maka pemerintah akan segera menerbitkan surat perintah kerja pada investor untuk segera memulai proses konstruksi proyek senilai Rp1,8 triliun tersebut."Jika proses persiapan sudah tidak ada masalah, barulah kita mulai konstruksinya, agar tidak terkendala ditengah jalan saat proses konstruksi sudah dimulai yang dapat merugikan banyak pihak," ujarnya hari ini.Menurut dia, pemerintah sendiri tengah mempercepat seluruh proses persiapan proyek agar pembangunan bisa dimulai tahun ini juga, sesuai dengan jadwal semula yang disusun oleh investor pemenang lelang.Ketika dihubungi, Direktur Utama PT Jasa Marga Tbk Frans Satyaki Sunito mengatakan saat ini mereka masih menunggu ketetapan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia untuk pembentukan perusahaan joint venture dari tujuh BUMN yang ada tersebut.Usulan pembentukan anak perusahaan konsorsium itu, katanya, sudah diserahkan sejak beberapa bulan lalu ketika pengumuman pemenang lelang disampaikan. "Saat ini perusahaan joint venture sedang dibentuk, kami harap secepatnya bisa direalisasikan," ujarnya.Untuk target pembangunan konstruksinya, lanjut dia, diharapkan bisa dimulai pada November 2011, untuk mengejar pelaksanaan kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi APEC di Bali pada 2013.(mmh)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Intan Permatasari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top