Koperasi didorong jadi ujung tombak pasar tradisional

JAKARTA: Dewan Koperasi Indonesia menegaskan koperasi pasar sebagai wadah usaha dengan beranggotakan pedagang pasar, harus menjadi ujung tombak bagi pengembangan pasar tradisional, karena berdampak langsung pada peningkatan bisnis koperasi dan anggotanya. Adji
Muhammad Sarwani
Muhammad Sarwani - Bisnis.com 28 September 2011  |  18:35 WIB

JAKARTA: Dewan Koperasi Indonesia menegaskan koperasi pasar sebagai wadah usaha dengan beranggotakan pedagang pasar, harus menjadi ujung tombak bagi pengembangan pasar tradisional, karena berdampak langsung pada peningkatan bisnis koperasi dan anggotanya. Adji Gutomo, Ketua Komite Pendidikan dan Pelatihan Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), mengatakan karena itu pemerintah harus bisa menjamin keberadaan pedagang sebagai pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) pada pasar tradisional.”Caranya, melalui perbaikan infrastruktur pasar, pengorganisasian para pedagang kreatif lapangan (PKL) serta praktek pengelolaan pasar yang lebih baik,” ujar Adji Gutomo pada diskusi Mencari Format Koperasi Pasar Ideal di lingkungan pasar tradisional, hari ini.Menurut dia, secara eksplisit pelaku UMK di pasar tradisional maupun Pasar Jaya, dikelola Pemerintah Daerah (Pemda) setempat, mengakui kehadiran supermarket tidak akan menyingkirkan usaha mereka jika syarat-syarat perbaikan infrastruktur maupun pengelolaan pasar dijalankan dengan baik.Agar pedagang bisa berperan aktif mengembangkan pasar tradisional, langkah pertama yang harus dilakukan, katanya, memberi jaminan infrastruktur, pengorganisasi serta pengelolaan manajemen pasar yang lebih baik.Adapun diuskusi yang diselenggarakan Dekopin, untuk menyamakan paradigmadan persepsi dalam upaya revitalisasi koperasi pasar sebagai upaya peningkatan peran dalam pengembangan pasar tradisional.”Konsep yang dihasilkan forum ini kita harapkan bisa dipakai oleh koperasi pasar untuk melakukan perkuatan kelembagaan dan peningkatan skala usaha pedagang, sehingga merekaa berperan aktif mendorong proses pengembangan pasar tradisional menghadapi perkembangan pasar modern.”Adapun target dari forum diskusi yang melibatkan para stakeholders atau pemangku kepentingan  dari berbagai elemen, termasuk Kementerian Perdagangan, Kementerian Koperasi dan UKM, koperasi-koperasi pasar dan pengelola pasar tradisional dan Pasar Jaya, melahirkan model dan strategi.Terutama strategi dan kebijakan pelaksanaan revitaalisasi koperasi pasar yang diprioritaskan di bidang perkuatankelembagaan danpeningkatan skala usaha. Dengan demikian mampu mengembangkan pasar tradisional di tengah perkembangan pasar modern.Namun di antara peserta diskusi, dominan menyoroti kebijakan Kementerian Perdagangan, karena dinilai makin menyudutkan eksisten pasar tradisional dengan pertumbuhan minimarket yang tidak terkendali hingga ke perdesaan.Tjahya Widayanti, Kepala Badan Pengembangan dan Pengajian Perdagangan, Pusat Kebijakan Perdagangan Dalam Negeri, mengemukakan dia selaku pengkaji, tidak berhak memberi jawaban atas berbagai persoalan yang disampaikan pengurus koperasi pasar.”Akan tetapi, saya berjanji akan menyampaikan permasalahan yang saudara sampaikan kepada Menteri Perdagangan. Termasuk untuk klarifikasi tentang jam operasional minimarket 24 jam sehari yang mempengaruhi kondisi pasar tradisional,” ujar Tjahya Widayanti.(api)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top