Mantap, surplus anggaran negara makin besar

 
- Bisnis.com 22 September 2011  |  13:13 WIB

 

JAKARTA: Pemerintah mencatat surplus anggaran negara yang semakin besar, mencapai Rp74,3 triliun per 15 September, menyusul penyerapan anggaran belanja yang tidak sebanding dengan pendapatan negara.
 
Agus Suprijanto, Direktur Jenderal Perbendaharaan Negara, mengungkapkan total pendapatan negara dan hibah sampai dengan 15 September mencapai Rp774,9 triliun atau 66,2% dari target Rp1.169,9 triliun di APBNP 2011. Realisasi tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan realisasi per 15 September 2010, yang sebesar Rp647,6 triliun atau 65,3% dari target.
 
Sementara itu, untuk anggaran belanja negara, kata Agus, pada periode yang sama baru terserap sebesar Rp700,6 triliun atau 54% dari pagu APBN-P 2011 yang mencapai Rp1.320,7 triliun. Kinerja belanja tersebut tidak jauh berbeda dengan realisasi 15 September 2011 yang sebesar Rp 605,1 triliun atau 53,7% dari pagunya.
 
"[Per 15 September] ada surplus [APBNP] sebesar Rp 74,3 triliun," ungkap dia kepada Bisnis, pagi ini.
 
Menurut Dirjen Perbendaharaan, kualitas pengelolaan anggaran negara pada tahun ini sudah lebih ketimbang tahun lalu, baik secara nominal maupun persentase. Sayangnya, kata dia, selama delapan bulan lebih pelaksanaan APBN, realisasi belanja modal baru menyerap sekitar 30% dari total pagu Rp136,87 triliun.
 
"Realisasi belanja modal [per 15 September] mulai akselerasi, sudah lewat 30%."
 
Sebelumnya, per 26 Agustus, APBNP 2011 membukukan surplus sebesar Rp41,01 triliun. Penerimaan dan hibah negara sebesar Rp718,31 triliun (61,4%), sedangkan belanja negara Rp677,52 triliun (51,3%). Belanja modal per 26 Agustus tercatat sebesar 26,9%.
 
Perlu diketahui, defisit APBNP 2011 ditargetkan sebesar 2,1% dari PDB atau Rp150,8 triliun. Apabila melihat sisa waktu yang kurang dari empat bulan, Menteri Keuangan Agus D.W. Martowardojo pesimistis seluruh kementerian/lembaga (K/L) dan pemerintah daerah mampu menghabiskan anggaran yang sudah dialokasikan. (ln)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Annisa Sulistyo Rini

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top