Jamsostek tunggu izin pemerintah soal penambahan layanan kesehatan

JAKARTA: PT Jamsostek menunggu persetujuan pemerintah untuk penambahan pelayanan perawatan penyakit jantung, kanker dan hemodialisa (cuci darah) kepada para peserta jaminan sosial ini.Hal itu dilakukan sebagai upaya perbaikan pelayanan kesehatan kepada
Jessica Nova
Jessica Nova - Bisnis.com 15 September 2011  |  17:48 WIB

JAKARTA: PT Jamsostek menunggu persetujuan pemerintah untuk penambahan pelayanan perawatan penyakit jantung, kanker dan hemodialisa (cuci darah) kepada para peserta jaminan sosial ini.Hal itu dilakukan sebagai upaya perbaikan pelayanan kesehatan kepada peserta, apalagi saat ini batas besaran upah (ceiling wages) masih relatif rendah.Menurut Direktur Utama PT Jamsostek Hotbonar Sinaga, pihaknya sudah menghitung risiko kenaikan beban biaya yang meningkat apabila ketiga layanan kesehatan itu diberikan kepada peserta.“Kami tinggal menunggu persetujuan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Keuangan untuk konsep tambahan layanan kesehatan itu,” katanya, hari ini.Dia menjelaskan masalah krusial yang masih perlu dipecahkan adalah masalah lama dan jumlah pelayanan yang dapat diberikan PT Jamsostek untuk perawatan penyakit jantung, kanker dan cuci, karena kebijakan itu berkonsekuensi pada peningkatan biaya.Di sisi lain, lanjutnya, kebijakan peningkatan layanan kesehatan itu juga berkemungkinan mendapat tentangan dari perusahaan asuransi swasta, karena akan menggerus pangsa pasar mereka. “Selama ini untuk pengobatan kanker, jantung dan hemodialisa menjadi daya tarik  perusahaan asuransi untuk menawarkan program perlindungan mereka kepada masyarakat umum, termasuk kalangan pekerja."Terkait dengan itu, Hotbonar menilai tidak tertutup kemungkinan perusahaan asuransi swasta akan melobi pemerintah agar kebijakan tersebut ditunda atau digagalkan.Dia menambahkan PT Jamsostek tidak hanya mengusulkan layanan pengobatan penyakit jantung, cuci carah dan kanker, tapi juga mengusulkan pelayanan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh (medical check up). “Untuk layanan kesehatan ini sangat mungkin diberikan kepada peserta, karena dapat diperhitungkan dan diberikan dalam jangka waktu tertentu,” ungkapnya.(mmh)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Intan Permatasari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top