Pemerintah diminta siapkan paket kebijakan subsidi BBM

DEPOK: Pemerintah didesak segera menyiapkan satu paket kebijakan subsidi energi secara keseluruhan, mulai dari energi fosil hingga energi terbarukan, tidak hanya sebatas pemberian subsidi kepada bahan bakar minyak (BBM).Emil Salim, guru besar Fakultas
Errol Poluan
Errol Poluan - Bisnis.com 31 Mei 2011  |  11:54 WIB

DEPOK: Pemerintah didesak segera menyiapkan satu paket kebijakan subsidi energi secara keseluruhan, mulai dari energi fosil hingga energi terbarukan, tidak hanya sebatas pemberian subsidi kepada bahan bakar minyak (BBM).Emil Salim, guru besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia yang juga menjabat sebagai ketua dewan pertimbangan Presiden, mengatakan Indonesia sepatutnya memiliki satu paket kebijakan subsidi untuk energi yang tidak hanya fokus kepada subsidi BBM. Kebijakan energi tersebut mencakup keseluruhan pengembangan energi lain seperti batu bara, gas, dan sumber energi baru terbarukan. Wayout [solusi] kita adalah tidak bergantung pada minyak bumi karena ada gas dan macam-macam. Oleh sebab itu, pemerintah harus punya satu paket strategi policy subsidi untuk energi," ujar Emil seusai seminar bertajuk Indonesia Tanpa Kemiskinan, hari ini. Emil memahami pelaksanaan langkah tersebut membutuhkan waktu untuk persiapannya. Oleh sebab itu, pemerintah diminta segera bersiap diri untuk hal tersebut. Menurut dia, pada hakekatnya lambat laun pemberian subsidi BBM tidak baik. Pasalnya, penikmat subsidi tersebut kebanyakan jatuh kepada golongan masyarakat mampu. Subsidi yang paling baik, kata Emil, adalah dengan memberikan subsidi langsung kepada orang yang membutuhkannya. Guru Besar FE UI Mohamad Ikhsan menilai rencana pengaturan BBM subsidi yang disiapkan pemerintah memberi banyak peluang pada penyalahgunaan dari subsidi tersebut. "Orang pada dasarnya respons terhadap insentif dan itu ada di harga. Kalau ada perbedaan harga yang begitu tinggi, kemungkinan untuk menyelundup menjadi besar. Jadi setiap keputusan orang ada cost benefit analisisnya," kata Ikhsan Dia berpendapat pemerintah sebaiknya menggunakan cara menaikkan harga BBM subsidi jenis premium ke level Rp6.000 per liternya dengan sistem yang fluktuatif untuk menghindari potensi pembengkakan anggaran, seiring dengan terjadi perubahan harga minyak dunia. Untuk masyarakat kurang mampu, kompensasinya diberikan secara langsung melalui BLT. Menurut Ikhsan, pemerintah perlu mengalihkan bahan bakar khusus untuk seluruh angkutan umum menggunakan gas. Banyak dampak positif yang akan didapat jika terjadi migrasi bahan bakar pada seluruh angkutan umum. Salah satunya pemerintah jadi tidak pusing dengan masalah harga BBM untuk angkutan umum dan dari sisi kota lingkungan hidup jadi lebih baik.Komisaris PT Pertamina Sugiharto mengatakan wacana pengalihan bahan bakar seluruh angkutan umum ke gas memerlukan proses panjang meski saat ini sudah ada contoh kecilnya. Menurut dia, ada tidaknya program tersebut tergantung kepada pemerintah. Tentunya premium, kerosin, solar masih kebijakan pemerintah yang disubsidi. Kami mengikuti saja. Tetapi saya kira inisiatif untuk mengurangi ketergantungan pada minyak-minyak konvesial menjadi liquid gas menjadi keniscayaan. Yang dimaksudkan dengan keniscayaan ya harus dilaksanakan," ujarnya. (yes)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top