Asing tarik Rp1,10 triliun dari SBI & SUN

JAKARTA: Menjelang libur Natal dan akhir tahun investor asing meningkatkan aksi profit taking yang menyebabkan dana sebesar Rp1,10 triliun keluar dari dalam negeri (capital outflow).
News Editor
News Editor - Bisnis.com 28 Desember 2010  |  13:25 WIB

JAKARTA: Menjelang libur Natal dan akhir tahun investor asing meningkatkan aksi profit taking yang menyebabkan dana sebesar Rp1,10 triliun keluar dari dalam negeri (capital outflow).

Kepala Biro Humas Bank Indonesia (BI) Difi A Johansyah menyatakan portofolio kepemilikan asing terhadap Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan Surat Utang Negara (SUN) berkurang masing-masing Rp1,07 triliun dan Rp290 miliar dalam sepekan.Dia menjelaskan larinya dana investor asing keluar negeri disebakan aksi profit taking. Selain itu reposisi aset dari menjelang akhir tahun juga memberikan akhir pengaruh. Pangsa SBI asing terhadap total outstanding SBI menjadi 26,95% (sebelumnya 27,48%) dan pangsa SUN asing terhadap total outstanding SUN menjadi 30,80% (sebelumnya 30,83%), kata Difi lewat pesan elektroni hari iniPerkembangan ini sejalan dengan kebijakan BI untuk menahan derasnya arus modal masuk dengan mengurangi porsi kepemilikan asing dalam SBI. Modal asing yang masuk diharapkan dapat beralih menjadi investasi dengan jangka yang lebih panjang. Kebijakan yang diterapkan BI ini diantaranya menghapus lelang SBI dengan tenor satu bulan. Penurunan SBI sudah terjadi sejak pertengahan Oktober 2010 terkait dengan kebijakan BI untuk mengurangi suplai, kata dia.Difi juga mengatakan kepemilikan asing pada saham meningkat meskipun kecil. Sedangkan porsi kepemilikan asing pada Surat Berharga Negara (SBN) stabil di 29,8%. SBI non-residen yang sudah bisa diperdagangkan pada tanggal 17 Desember adalah sebesar Rp37,8T atau 70% dari total kepemilikan, kata dia. (bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top