Permintaan kemasan sepatu di Jatim meningkat

SURABAYA: Industri kecil menengah (IKM) bidang produksi inner box/kemasan sepatu berbahan baku karton di Surabaya meningkatkan volume produksi guna memenuhi kebutuhan pabrikan sepatu seiring dengan peningkatan order.
News Editor | 26 Desember 2010 08:12 WIB

SURABAYA: Industri kecil menengah (IKM) bidang produksi inner box/kemasan sepatu berbahan baku karton di Surabaya meningkatkan volume produksi guna memenuhi kebutuhan pabrikan sepatu seiring dengan peningkatan order.

Namun, maraknya demo pekerja bisa menimbulkan keraguan di kalangan pembeli asing atas penyelesaian kontrak produk sepatu, sehingga kelangsungan order dikhawatirkan terancam.

Handiyono Goetomo, pimpinan CV Sumber Jaya IKM inner box di Tanjung Sari, Surabayamengakui meningkatnya daya serap pasar atas produk sepatu berdampak positif terhadap IKM inner box, mengingat rata-rata industri sepatu tidak memproduksi sendiri kemasan tersebut.

Industri skala kecil menengah seperti kami mendapatkan berkah berupa mengalirnya order inner box, sehingga kami pun memberlakukan lembur guna memenuhi volume order. Pekerja senang disebabkan mendapatkan tambahan upah, ujarnya kepada Bisnis hari ini.

Sumber Jaya yang mempekerjakan 100 orang-- banyak memasok produk inner box ke sejumlah produsen sepatu di kawasan Tanjung Sari, Surabaya.

Di kawasan tersebut, beroperasi produsen yang menghasilkan aneka jenis sepatu seperti kasual, wanita, anak-anak dan sport yang diorientasikan ke pasar lokal maupun ekspor (Eropa, Amerika Latin, AS).

Menurut Handiyono, kelangsungan order sepatu dari pembeli asing dikhawatirkan tersendat akibat terjadinya demo pekerja yang menuntut kenaikan upah minimum 2011. Masalahnya, para pendemo yang tergabung dalam beberapa serikat pekerja lazim melakukan sweeping ke pabrik-pabrik di kawasan Tanjung Sari untuk memaksa pekerja ikut demo.

Saat ada sweeping dari serikat pekerja, kami terpaksa menghentikan kegiatan produksi, tetapi informasi tentang ulah pekerja di Kota Surabaya telah diketahui oleh para pembeli asing. Dikhawatirkan citra industri lokal tidak bagus di mata mereka [pembeli asing], paparnya.

Sebelumnya, C.C. Huang, pimpinan PT Tanjung Tiara produsen sepatu di Tanjung Sari, Surabaya mengaku perusahaan tersebut mendapatkan order sepatu kasual dan anak-anak dari Eropa dan Amerika Latin, karena cukup kompetitif menghadapi pesaing asal China.

Kelangsungan kami dalam kegiatan produksi berimbas terhadap IKM inner box, karena kami tidak memproduksi sendiri kemasan karton, tuturnya. (api)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top