Kemasan makanan rusak ditemukan di Sumut

News Editor | 21 Desember 2010 13:49 WIB

MEDAN: Menyambut Natal dan Tahun Baru, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumatra Utara melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan menemukan kemasan makanan yang rusak di salah satu pasar modern di Medan.

Sidak yang langsung dipimpin oleh Kepala Disperindag Sumut, Darwinsyah ini menemukan kemasan makanan yang rusak dan barang elektronik tanpa label izin Kemendag di swalayan Carrefour Plaza Medan Fair.

"Kemasannya robek dan tutupnya terbuka sehingga khawatir mempengaruhi kualitas makanan tersebut. Sedangkan barang elektroniknya merupakan produk lokal yang sudah dapat izin, tapi masih harus melengkapi label dari Kemendag. Menurut pihak Carrefour hal tersebut terjadi karena ulah konsumen meski tetap menjadi bahan pelajaran untuk mereka perbaiki. Kesilapan ini tidak terlalu fatal, tapi kita harapkan produsen untuk melengkapi persyaratan ke depannya," ujarnya kepada wartawan, kemarin.

Sementara di pasar swalayan Berastagi, ditemukan produk makanan berupa roti tawar yang tidak mencatumkan tanggal kadarluarsa yang dapat merugikan konsumen.

Menurutnya, pengawasan dilakukan untuk pembinaan kepada pengelola pasar modern agar lebih berhati-hati memasarkan produknya serta untuk melindungi konsumen.

Sebab, menjelang perayaan akhir tahun ini kebutuhan masyarakat cukup tinggi sehingga diminta harus waspada dalam memilih produk yang dibutuhkan seperti batas kadaluarsa.

"Untuk harga juga kita minta pengelola tidak menaikkannya telalu tinggi, agar masyarakat dapat membelinya memenuhi kebutuhan perayaan hari keagamaan ini," katanya.

Kepala Bagian Makanan Carrefour Plaza Medan Fair, Brian Hernanda mengatakan, pihaknya selalu memasarkan produk yang sesuai standar dan ketentuan berlaku. Sedangkan adanya temuan kemasan makanan yang rusak dan sobek menjadi masukan manajemennya untuk lebih meningkatkan pengawasan.

"Kita melakukan pengawasan sekali dalam dua hari. Dengan temuan ini, kita akan tingkatkan lagi pengawasannya," ucap Brian.(api)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top