Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Daftar Tarif Timbal Balik Baru Trump untuk Puluhan Negara, Indonesia Jumbo

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kebijakan tarif timbal balik yang lebih tinggi bagi puluhan negara dalam konferensi pers pada 2 April 2025
Presiden AS Donald Trump di Ruang Oval Gedung Putih di Washington, DC, AS, Senin, (24/2/2025). Bloomberg/Bonnie Cash/UPI
Presiden AS Donald Trump di Ruang Oval Gedung Putih di Washington, DC, AS, Senin, (24/2/2025). Bloomberg/Bonnie Cash/UPI

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kebijakan tarif timbal balik yang lebih tinggi bagi puluhan negara dalam konferensi pers pada 2 April 2025. Kebijakan ini menetapkan bahwa semua negara akan dikenakan tarif setidaknya 10% ke depannya, sementara negara-negara yang dianggap memiliki hambatan tinggi terhadap barang-barang AS akan menghadapi tarif lebih besar.

Dikutip dari Bloomberg, Kamis (3/4/2025), pungutan baru ini bersifat tambahan terhadap tarif yang telah berlaku sebelumnya, termasuk pajak 20% terhadap barang-barang Tiongkok yang terkait dengan fentanil. Selain itu, pengecualian untuk barang-barang jangka pendek juga telah dicabut.

Namun, terdapat beberapa pengecualian dalam kebijakan ini. Kanada dan Meksiko tetap dikenakan tarif yang telah diumumkan sebelumnya. Sementara itu, produk dari sektor utama seperti baja, aluminium, mobil, tembaga, farmasi, semikonduktor, dan kayu tidak termasuk dalam tarif baru ini.

Barang-barang dari sektor tersebut akan dikenakan tarif sesuai ketentuan yang telah atau akan segera ditetapkan oleh presiden.

“Ini adalah deklarasi kemerdekaan kita,” kata Trump di Rose Garden, Gedung Putih dilansir dari Reuters.

Daftar Tarif Impor Amerika per Negara dari Presiden AS Donald Trump, April 2025 

Country Country’s Tariff* US Reciprocal Tariffs
Afghanistan 49% 10%
Albania 10% 10%
Algeria 59% 30%
Andorra 10% 10%
Angola 63% 32%
Anguilla 10% 10%
Antigua and Barbuda 10% 10%
Argentina 10% 10%
Armenia 10% 10%
Aruba 10% 10%
Australia 10% 10%
Azerbaijan 10% 10%
Bahamas 10% 10%
Bahrain 10% 10%
Bangladesh 74% 37%
Barbados 10% 10%
Belize 10% 10%
Benin 10% 10%
Bermuda 10% 10%
Bhutan 10% 10%
Bolivia 20% 10%
Bosnia and Herzegovina 70% 35%
Botswana 74% 37%
Brazil 10% 10%
British Indian Ocean Territory 10% 10%
British Virgin Islands 10% 10%
Brunei 47% 24%
Burma 88% 44%
Burundi 10% 10%
Cabo Verde 10% 10%
Cambodia 97% 49%
Cameroon 22% 11%
Cayman Islands 10% 10%
Central African Republic 10% 10%
Chad 26% 13%
Chile 10% 10%
China 67% 34%
Christmas Island 10% 10%
Cocos (Keeling) Islands 10% 10%
Colombia 10% 10%
Comoros 10% 10%
Congo (Brazzaville) 10% 10%
Congo (Kinshasa) 22% 11%
Cook Islands 10% 10%
Costa Rica 17% 10%
Cote d’Ivoire 41% 21%
Curacao 10% 10%
Djibouti 10% 10%
Dominica 10% 10%
Dominican Republic 10% 10%
Ecuador 12% 10%
Egypt 10% 10%
El Salvador 10% 10%
Equatorial Guinea 25% 13%
Eritrea 10% 10%
Eswatini 10% 10%
Ethiopia 10% 10%
EU 39% 20%
Falkland Islands (Islas Malvinas) 82% 41%
Fiji 63% 32%
French Guiana 10% 10%
French Polynesia 10% 10%
Gabon 10% 10%
Gambia 10% 10%
Georgia 10% 10%
Ghana 17% 10%
Gibraltar 10% 10%
Grenada 10% 10%
Guadeloupe 10% 10%
Guatemala 10% 10%
Guinea 10% 10%
Guinea-Bissau 10% 10%
Guyana 76% 38%
Haiti 10% 10%
Heard and McDonald Islands 10% 10%
Honduras 10% 10%
Iceland 10% 10%
India 52% 26%
Indonesia 64% 32%
Iran 10% 10%
Iraq 78% 39%
Israel 33% 17%
Jamaica 10% 10%
Japan 46% 24%
Jordan 40% 20%
Kazakhstan 54% 27%
Kenya 10% 10%
Kiribati 10% 10%
Kosovo 10% 10%
Kuwait 10% 10%
Kyrgyzstan 10% 10%
Laos 95% 48%
Lebanon 10% 10%
Lesotho 99% 50%
Liberia 10% 10%
Libya 61% 31%
Liechtenstein 73% 37%
Madagascar 93% 47%
Malawi 34% 17%
Malaysia 47% 24%
Maldives 10% 10%
Mali 10% 10%
Marshall Islands 10% 10%
Martinique 10% 10%
Mauritania 10% 10%
Mauritius 80% 40%
Mayotte 10% 10%
Micronesia 10% 10%
Moldova 61% 31%
Monaco 10% 10%
Mongolia 10% 10%
Montenegro 10% 10%
Montserrat 10% 10%
Morocco 10% 10%
Mozambique 31% 16%
Namibia 42% 21%
Nauru 59% 30%
Nepal 10% 10%
New Zealand 20% 10%
Nicaragua 36% 18%
Niger 10% 10%
Nigeria 27% 14%
Norfolk Island 58% 29%
North Macedonia 65% 33%
Norway 30% 15%
Oman 10% 10%
Pakistan 58% 29%
Panama 10% 10%
Papua New Guinea 15% 10%
Paraguay 10% 10%
Peru 10% 10%
Philippines 34% 17%
Qatar 10% 10%
Reunion 73% 37%
Rwanda 10% 10%
Saint Elena 15% 10%
Saint Kitts and Nevis 10% 10%
Saint Lucia 10% 10%
Saint Pierre and Miquelon 99% 50%
Saint Vincent and the Grenadines 10% 10%
Samoa 10% 10%
San Marino 10% 10%
São Tomé and Príncipe 10% 10%
Saudi Arabia 10% 10%
Senegal 10% 10%
Serbia 74% 37%
Sierra Leone 10% 10%
Singapore 10% 10%
Sint Maarten 10% 10%
Solomon Islands 10% 10%
South Africa 60% 30%
South Sudan 10% 10%
Sri Lanka 88% 44%
Sudan 10% 10%
Suriname 10% 10%
Svalbard and Jan Mayen 10% 10%
Syria 81% 41%
Taiwan 64% 32%
Tajikistan 10% 10%
Tanzania 10% 10%
Thailand 72% 36%
Timor-Leste 10% 10%
Togo 10% 10%
Tokelau 10% 10%
Tonga 10% 10%
Trinidad and Tobago 12% 10%
Tunisia 55% 28%
Turkey 10% 10%
Turkmenistan 10% 10%
Turks and Caicos Islands 10% 10%
Tuvalu 10% 10%
Uganda 20% 10%
Ukraine 10% 10%
United Arab Emirates 10% 10%
United Kingdom 10% 10%
Uruguay 10% 10%
Uzbekistan 10% 10%
Vanuatu 44% 22%
Venezuela 29% 15%
Vietnam 90% 46%
Yemen 10% 10%
Zambia 33% 17%
Zimbabwe 35% 18%

NOTE: * Including currency manipulation and trade barriers, according to White House. 

SOURCE: White House


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Newswire
Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper