Bisnis.com, JAKARTA - Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi sekaligus adik Presiden Prabowo Subianto yakni Hashim Djojohadikusumo mengungkap kejadian di balik peluncuran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara pada Senin (24/2/2025).
Hashim menjelaskan, peluncuran Danantara menjadi langkah yang sangat emosional bagi Presiden Prabowo dan dirinya. Pasalnya, Danantara sendiri merupakan salah satu mimpi dari orang tuanya yakni Soemitro Djojohadikoesoemo.
“Beberapa hari lalu kita saksikan berdirinya Danantara, saya bisa bersaksi bahwa berdirinya Danantara ini bagi Pak Prabowo sangat emosional. Kejadian emosional bagi beliau dan saya,” kata Hashim dalam agenda Economic Outlook 2025 di Jakarta, Rabu (16/2/2025).
Hashim menegaskan, gagasan Danantara telah digodok oleh sang ayah sejak 40 tahun lalu. Di mana, kala itu Soemitro Djojohadikoesoemo merupakan mantan Menteri Keuangan (Menkeu) Kabinet Wilopo (1952-1953) dan Kabinet Burhanuddin Harahap (1955 – 1956).
Hashim juga menjelaskan, peluncuran Danantara ini menjadi bagian dari restu Tuhan untuk Prabowo mewujudkan cita-cita Soemitro.
“Mungkin Tuhan tahu yang terbaik untuk kita semua, 40 tahun kemudian anaknya, putranya Prof Soemitro diberikan mandat oleh rakyat Indonesia dan diberikan kesempatan untuk mewujudkan cita-cita impian dari orang tuanya,” pungkas Hashim.
Baca Juga
Sebelumnya, Presiden Prabowo resmi meluncurkan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara pada 24 Februari 2025 pukul 10.00 WIB.
Peresmian tersebut ditandai saat Presiden Prabowo menandatangani Undang-undang No 1 Tahun 2025 tentang Perubahan ketiga atas UU No 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Peraturan Pemerintah No 10 Tahun 2025 tentang Organisasi dan Tata Kelola Badan Pengelola Investasi Danantara.
"Selanjutnya, saya juga menandatangani Keputusan Presiden No 30 Tahun 2025 tentang Pengangkatan Dewan Pengawas dan Badan Pelaksana BPI Danantara Indonesia," ujar Prabowo sambil meneken dasar hukum Danantara di Istana Merdeka, Senin (24/2/2025).