Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bos Antam (ANTM) Yakin Simbara Bakal Buat Tata Kelola Nikel Jadi Lebih Baik

PT Aneka Tambang Tbk. atau Antam menyambut baik perluasan Sistem Informasi Mineral dan Batubara antara Kementerian dan Lembaga (Simbara) pada komoditas nikel.
Pekerja melakukan proses pemurnian dari nikel menjadi feronikel di fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) Pomalaa milik PT Aneka Tambang (ANTAM) Tbk, di Kolaka, Sulawesi Tenggara, Selasa (8/5/2018)./JIBI-Nurul Hidayat
Pekerja melakukan proses pemurnian dari nikel menjadi feronikel di fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) Pomalaa milik PT Aneka Tambang (ANTAM) Tbk, di Kolaka, Sulawesi Tenggara, Selasa (8/5/2018)./JIBI-Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - PT Aneka Tambang Tbk. atau Antam (ANTM) menyambut baik perluasan Sistem Informasi Mineral dan Batubara antara Kementerian dan Lembaga (Simbara) pada komoditas nikel.

Direktur Utama Antam Nicolas D. Kanter menyampaikan, dengan adanya sistem ini bakal membuat tata kelola pada sektor nikel akan lebih baik dari sebelumnya.

“Dengan adanya sistem integrasi seperti ini, data-datanya digital dan semuanya itu transparan, sudah pasti kita ke depannya akan jauh lebih baik lagi,” kata Nico saat ditemui di Kementerian Keuangan, Senin (22/7/2024).

Nico berharap Simbara dapat mempermudah pemantauan tata kelola dan niaga nikel yang sedang masuk tahap produksi hingga mencapai ekspor. Terlebih, dengan data-data yang terdigitalisasi akan mengurangi adanya intervensi dari pihak luar terkait produksi dan ekspor dari nikel.

“Jadi semua yang digitalisasi, semua itu dimasukkan ke dalam sistem integrasi, sistem insyaallah itu akan minimalisir,” ucapnya.

Adapun, pemerintah resmi meluncurkan Simbara untuk komoditas nikel dan timah. Simbara merupakan bentuk sinergi dari kementerian/lembaga untuk tata kelola minerba yang lebih baik. Sebelumnya, Simbara untuk komoditas batu bara telah diluncurkan pada 2022.

Dalam sistem Simbara terdapat ekosistem pengawasan terintegrasi bagi seluruh aplikasi pengelolaan dan pengawasan serta menjadi muara data minerba.

Simbara mengintegrasikan proses mulai dari single identity dari wajib pajak dan wajib bayar, proses perizinan tambang, rencana penjualan, verifikasi penjualan, pembayaran PNBP, serta ekspor dan pengangkutan atau pengapalan, dan devisa hasil ekspor.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menuturkan Simbara memiliki sejumlah manfaat, misalnya optimalisasi penerimaan negara, peningkatan kepatuhan pelaku usaha, sampai efektivitas pengawasan bersama antarkementerian/lembaga.

“Saya tegaskan kepada mereka bahwa manfaat potensi peningkatan penerimaan negara mencapai Rp6,5 triliun adalah salah satu alasan mempercepat proses integrasi ini selain meningkatkan kepatuhan para pelaku usaha dan efektivitas pengawasan bersama,” ujar Luhut dalam Rapat Terbatas Implementasi mineral ke dalam Simbara, Senin (10/6/2024). 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper