Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

4 Fakta Menarik soal Rencana Megaproyek Kereta Cepat Brunei-IKN

Cek beberapa fakta tentang rencana megaproyek Kereta Cepat Brunei-IKN yang viral belakangan ini.
Rangkaian Electric Multiple Unit (EMU) Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) saat berada di Stasiun KCJB Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (13/9/2023). Bisnis/Rachman
Rangkaian Electric Multiple Unit (EMU) Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) saat berada di Stasiun KCJB Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (13/9/2023). Bisnis/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA - Cek beberapa fakta tentang rencana megaproyek Kereta Cepat Brunei-IKN yang viral belakangan ini.

Perusahaan asal Brunei Darussalam, Brunergy Utama, dilaporkan tengah menggodok rencana pembangunan kereta cepat dengan Malaysia dan Indonesia yang menghubungkan Sabah, Sarawak, Brunei, dan wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan. 

Ini disebut megaproyek lantaran akan melibatkan tiga negara dan banyak wilayah.

Berikut adalah beberapa fakta tentang megaproyek Kereta Cepat Brunei-IKN:

1. Jokowi Bilang RI belum diajak berkomunikasi

Ketika ditanya tentang megaproyek ini, Jokowi mengatakan bahwa belum ada komunikasi dari pihak penyelenggara dengan Indonesia.

Meski demikian, Jokowi menegaskan bahwa ini sebenarnya adalah rencana lama.

“Belum [ada komunikasi] tetapi saya tahu itu sudah ada [rencana dari perusahaan Brunei]. Itu perencanaan lama,” kata Jokowi kepada wartawan.

2. Namanya Kereta Cepat Trans Borneo

Jika Kereta Cepat Jakarta-Bandung memiliki nama Whoosh, maka Kereta Cepat Brunei-IKN akan diberi nama Trans Borneo.

Dilansir dai Nikkei Asia, Trans Borneo disebut akan membentang sejauh 1.620 kilometer melewati tiga negara dari barat hingga timur Pulau Kalimantan.

3. Pembangunan Trans Borneo Dibagi 2 Tahap

Berdasarkan pengumuman Brunergy Utama yang dikutip Nikkei Asia, tahap pertama proyek kereta cepat akan menghubungkan Pontianak, Ibu Kota Kalimantan Barat, Kuching, Kinabalu, hingga distrik Tutong, Brunei.

Sementara itu, tahap kedua Trans Borneo akan melintasi daerah selatan dan timur Kalimantan, termasuk Samarinda dan Balikpapan.

"Ke depannya, kereta cepat ini juga akan terhubung dengan ibu kota baru Indonesia, Nusantara," demikian kutipan pengumuman tersebut dilansir dari Nikkei Asia. 

4. Menghabiskan biaya Rp1.117 triliun

Proyek kereta cepat lintas negara ini disebut akan menelan dana sekitar US$70 miliar atau setara Rp1.117 triliun jika terealisasi.

Rencananya, proyek ini akan memiliki empat terminal yang berfungsi sebagai hub dan total 24 stasiun.

Kereta cepat ini juga disebut akan melaju dengan kecepatan hingga 350 kilometer per jam atau setara dengan kecepatan Kereta Cepat WHOOSH Indonesia yang dimiliki Indonesia. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper