Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Update Proyek Jumbo Vale Indonesia (INCO) di Pomalaa dan Morowali

Proyek Pomalaa secara garis besar pembangunan saat ini atas dua bagian
Proses penambangan Nikel PT Vale Indonesia Tbk. di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan./Bisnis-Paulus Tandi Bone
Proses penambangan Nikel PT Vale Indonesia Tbk. di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan./Bisnis-Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA - PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) menjelaskan sejumlah progres kerja proyek jumbo yaitu Pomalaa dan Morowali. 

Head of Communication Vale Indonesia Bayu Aji mengatakan pihaknya telah merilis progres proyek Pomalaa dan Morowali. Meski demikian progres yang dapat disampaikan hanya terkait tambang yang dikelola, sementara untuk smelter dan teknologi, progres lebih banyak dilakukan oleh partner kerja sama. 

“Untuk teknologi itu kan dikuasai oleh partner, progres proyek lebih banyak di mereka. Kita lebih banyak mengambil progres di tambangnya,” kata Bayu di Jakarta, Senin (1/4/2024). 

INCO menjelaskan Proyek Pomalaa secara garis besar pembangunan saat ini atas dua bagian yaitu early works dan main construction.  

Aktivitas awal yang saat ini berjalan adalah land clearing, pembuatan pon dan deep well drilling. Bersamaan dengan early works INCO juga sedang melakukan pembangunan construction office Pomalaa dan pembangunan gedung training center yang berlokasi di Main Office Alam Mekongga. 

Untuk Proyek Morowali, setelah ground breaking pada 2023, INCO telah melaksanakan serangkaian studi dan persiapan proyek. INCO telah melaksanakan beberapa konstruksi sebagai persiapan pertambangan, pengembangan sejumlah quarry

Adapun untuk konstruksi pelabuhan, INCO telah melaksanakan operasi stone column sebagai upaya perbaikan tanah. INCO juga sedang melakukan proses pemancangan di area laut untuk pembangunan port. 

Bayu menjelaskan, proyek tersebut akan bergantung pada status IUPK yang akan diberikan pemerintah. 

“IUPK ini jaminan terutama karena kita investasi hampir US$9 miliar,” imbuhnya. 

Empat Proyek Jumbo Vale Indonesia

Setidaknya terdapat empat proyek milik INCO yang sedang berjalan dengan nilai investasi total hingga Rp160 triliun, yaitu proyek Sorowako HPAL, SOA HPAL, Bahodopi RKEF dan stainless steel, serta Pomalaa HPAL.  

Lebih rinci, Sorowako HPAL adalah kerja sama INCO dengan Huayou untuk pembangunan pabrik HPAL dengan kapasitas 60.000 Ni per tahun dalam MHP. Proyek dengan nilai investasi Rp30 triliun akan disebut akan menggandeng pabrikan otomotif atau non Chinese Investor seperti POSCO, LG Chem, Ford, dan VW.  Konstruksi Sorowako telah dimulai sejak akhir 2023 dan akan melakukan hilirisasi lebih lanjut hingga precursor atau bahan dasar baterai. 

Selanjutnya adalah Proyek Bahodopi RKEF dan Stainless Steel dengan nilai investasi mencapai Rp34 triliun. Kapasitas pabrik RKEF adalah sekitar 73.000-80.000 ton Ni per tahun dalam FeNi dan menggandeng TISCO dan Xinhai.  

RKEF ini digadang-gadang akan menjadi RKEF dengan intensitas emisi karbon terendah kedua setelah Sorowako karena tidak menggunakan batu bara melainkan gas bumi. Hilirisasi lebih lanjut hingga stainless steel. 

Kemudian Proyek Pomalaa HPAL dengan kapasitas hingga 120.000 ton Ni per tahun. INCO menggandeng Huayou dan Ford untuk investasi dengan nilai Rp66 triliun termasuk pabrik dan tambang. Saat ini konstruksi sedang berjalan dengan hilirisasi lebih lanjut hingga precursor atau bahan dasar baterai.  

Terakhir adalah Proyek SOA HPAL dengan nilai investasi hingga Rp30 triliun. Proyek ini telah menyelesaikan eksplorasi tahap akhir dengan potensi pabrik HPAL minimal  60.000 ton Ni per tahun dalam MHP. Proyek ini akan mengganden produsen otomotif lainnya untuk hilirisasi lebih lanjut hingga precursor


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Artha Adventy
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper