Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Menteri Bahlil Klaim Proyek Vale (INCO), CATL, Hingga Bintuni Segera Dimulai Seiring Pemilu Satu Putaran

BKPM menyebutkan PT Vale Indonesia Tbk. (VALE) akan merealisasikan seluruh proyek yang dalam rencana dan dilakukan groundbreaking tahun ini.
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia memaparkan realisasi investasi kuartal III/2023 pada Jumat (20/10/2023). Youtube: Kementerian Investasi/BKPM
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia memaparkan realisasi investasi kuartal III/2023 pada Jumat (20/10/2023). Youtube: Kementerian Investasi/BKPM

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa sejumlah investor mulai menyatakan komitmennya untuk melanjutkan investasi di dalam negeri usai pengumuman hasil Pilpres 2024. Perusahaan itu seperti CATL yang bekerjasama dengan PT Vale Indonesia hingga proyek Bituni. 

“Beberapa perusahaan yang kemarin wait and see belum mau melakukan investasi sudah mulai menyampaikan akan segera melakukan groundbreaking,” katanya dalam Konferensi Pers Prospek Investasi Pasca Pemilu, Senin (18/3/2024).

Bahlil mencontohkan, salah satunya, hampir seluruh rencana investasi PT Vale Indonesia akan direalisasikan dan dilakukan groundbreaking tahun ini. 

“[Selain itu] CATL juga akan mulai groundbreaking, dan beberapa industri lain khususnya untuk pembuatan etanol dan blue ammonia di Bintuni,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan mengumumkan hasil Pilpres 2024 pada Rabu, 20 Maret 2024. KPU mencatat, paslon presiden Prabowo Subianto dan wakil presiden Gibran Rakabuming Raka unggul di 31 provinsi dari 33 provinsi yang telah melalui proses rekapitulasi. Bahlil menyampaikan, investor sebelumnya cenderung wait and see menunggu hasil Pemilu 2024 dan kepastian pemerintahan ke depan dapat segera beraksi.

Dengan demikian, Bahlil optimistis target investasi pada tahun ini yang sebesar Rp1.650 triliun akan tercapai.

“Alhamdulillah Pilpres semoga apa yang diputuskan KPU bisa hanya sekali putaran karena kita lihat perbedaannya jauh sekali, tapi kita tunggu hasil keputusan KPU. Tetapi, kami berani untuk kemudian melakukan formulasi, target Rp1.650 triliun bisa tercapai,” kata dia.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Maria Elena
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper