Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Lagi! Prabowo Sepakat dengan Anies, Kali Ini Soal Aktivis Pekerja Migran

Calon presiden (capres) nomor urut 2 Prabowo Subianto mengakui peran aktivis dalam perlindungan pekerja migran Indonesia (PMI) di luar negeri.
Peran Aktivis Disinggung oleh Prabowo dalam Perlindungan Pekerja Migran. Calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto memberikan paparan visi dan misi saat Debat Capres Ketiga di Jakarta, Minggu (7/1/2024). Bisnis/Abdurachman
Peran Aktivis Disinggung oleh Prabowo dalam Perlindungan Pekerja Migran. Calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto memberikan paparan visi dan misi saat Debat Capres Ketiga di Jakarta, Minggu (7/1/2024). Bisnis/Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA – Calon presiden (capres) nomor urut 2 Prabowo Subianto mengakui peran aktivis dalam perlindungan pekerja migran Indonesia (PMI) di luar negeri.

Prabowo mengatakan bahwa penanganan masalah yang dihadapi pekerja migran Indonesia tidak sepenuhnya mampu diemban oleh kedutaan besar Indonesia di beberapa negara.

Dirinya menyatakan sepakat dengan pernyataan capres nomor urut 1 Anies Baswedan yang sebelumnya mengatakan hal serupa.

“Benar yang disampaikan Pak Anies, aktivis-aktivis ini sangat membantu untuk mengikuti dan mengikuti pekerja migran kita di mana-mana,” katanya dalam Debat Pilpres 2024 kelima di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (4/2/2024).

Pasangan cawapres Gibran Rakabuming Raka ini lantas menceritakan pengalamannya bersinggungan dengan isu ini, yakni ketika salah seorang PMI hendak dihukum gantung di Malaysia.

Menurutnya, apabila tidak ada peran serta aktivis, maka pemerintah tidak dapat melakukan intervensi terhadap masalah tersebut.

“Peran aktivis-aktivis sangat penting di bidang pembelaan hak-hak pekerja kita di luar negeri. Mereka adalah pahlawan,” tandas Prabowo.

Sebagai informasi, debat kelima Pilpres 2024 ini diikuti oleh tiga capres yakni nomor urut 1 Anies Baswedan, nomor urut 2 Prabowo Subianto, dan nomor urut 3 Ganjar Pranowo.

Dalam debat pemungkas ini, ketiganya beradu gagasan mengenai tema kesejahteraan sosial, kebudayaan, pendidikan, teknologi informasi, kesehatan, ketenagakerjaan, sumber daya manusia, dan inklusi.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper