Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rencana IPO, Pertamina Shipping Ancang-ancang Lepas Minimal 10% Saham

PT Pertamina International Shipping (PIS) berencana melepas porsi minimal 10% saham kepada publik dalam initial public offering (IPO) pada 2025.
Direktur Utama PT Pertamina International Shipping (PIS) Yoki Firnandi memberikan pemaparan saat melakukan media visit ke kantor Redaksi Bisnis Indonesia di Jakarta, Rabu (17/1/2024)/Bisnis-Eusebio Chrysnamurti
Direktur Utama PT Pertamina International Shipping (PIS) Yoki Firnandi memberikan pemaparan saat melakukan media visit ke kantor Redaksi Bisnis Indonesia di Jakarta, Rabu (17/1/2024)/Bisnis-Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA — PT Pertamina International Shipping (PIS) berencana melepas porsi minimal 10% saham kepada publik dalam penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun depan. 

“Sedang kami finalkan [IPO], setidaknya 10%, tapi bisa lebih. Tinggal kami melihat bagaimana rencana pengembangan bisnis ke depan,” kata Direktur Utama PIS Yoki Firnandi saat berkunjung ke Redaksi Bisnis Indonesia, Jakarta, Rabu (17/1/2024). 

Yoki menuturkan, perseroan telah menyiapkan tim khusus untuk membawa perusahaan logistik dan pelayaran terintegrasi Pertamina itu untuk melantai di bursa pada 2025 mendatang. 

“Tahun 2024 ini persiapan kita jauh lebih serius kita sudah punya spesifik tim untuk persiapan IPO mulai dari persiapan perjalanan perusahaan, kita target investornya, mulai strukturkan bagaimana kita IPO,” ujar Yoki. 

Adapun, PIS membukukan pendapatan US$3,3 miliar setara dengan Rp51,56 triliun (asumsi kurs Rp15.626 per dolar AS pada kinerja keuangan 2023 (unaudited). 

Torehan pendapatan itu naik 18% dari realisasi sepanjang 2022 di level US$2,8 miliar setara dengan Rp43,75 triliun. 

Sementara itu, catatan net profit after tax sepanjang 2023 tembus di level US$304 juta, naik 48% dari torehan tahun sebelumnya di angka US$205 juta. 

Adapun, posisi EBITDA pada tutup buku 2023 berada di level US$979,1 juta atau naik 16% dari posisi tahun sebelumnya di angka US$847 juta. 

Di sisi lain, porsi modal hingga akhir Desember 2023 berada di angka US$2,1 miliar atau naik 14% dari posisi tahun sebelumnya di angka US$1,8 miliar. 

Yoki menuturkan, kinerja keuangan yang positif itu turut ditopang oleh kinerja pendapatan pihak ketiga yang naik 205% dari sebelumnya US$212 pada 2022 menjadi US$648 juta pada 2023. Sebagian besar torehan pendatapan segmen ini didorong ekspansi PIS di pasar internasional. 

“Ini [PIS] kalau emiten akan jadi kelas A lah ya, blue chip kalau nanti jadi [IPO],” kata dia. 

Sebagai upaya untuk memperkuat bisnisnya, PIS terus menambah armada kapalnya. Kabar teranyarnya, PIS telah memesan 15 kapal ukuran medium (40-50.000 deadweight) dari Hyundai Mipo Dockyard, Ulsan, Korea Selatan.

Pembelian besar-besaran kapal tanker itu dilakukan perseroan untuk mewujudkan visi perusahaan go global sembari meningkatkan valuasi menjelang rencana IPO pada 2025. 

Adapun, nilai kontrak pengadaan 15 kapal tanker itu mencapai US$717,5 juta, dengan nilai per tanker di sekitaran US$47,8 juta. Sementara itu, kapal tanker terkontrak itu bakal mulai dikirim pada 2026 sampai dengan 2027 mendatang.

Lewat pengadaan kapal yang agresif ini, Yoki menargetkan pendapatan PIS dapat mencapai US$6 miliar dan US$8,9 miliar masing-masing pada tahun 2030 dan 2034.

Adapun, hingga Desember 2023, PIS tercatat memiliki 95 kapal milik dan mengoperasikan sebanyak 315 kapal tanker. Jumlah ini menjadikan PIS sebagai perusahaan dengan pengelolaan pengoperasian kapal terbesar di Asia Tenggara. 

Selain itu, PIS juga terus mengayuh operasional bisnisnya. Dalam waktu beberapa bulan saja, misalnya, PIS mencetak lonjakan signifikan dalam rutenya ke luar negeri. Memulai dengan 26 rute pada awal 2023, Pertamina International Shipping berhasil meningkatkan jumlahnya menjadi 50 rute hingga November 2023. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper