Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Inpex Targetkan FEED Proyek LNG Blok Masela Rampung 2025

Inpex Masela menargetkan desain dan rekayasa atau front-end engineering and design (FEED) proyek LNG Abadi Blok Masela rampung pada 2025.
Blok migas/Ilustrasi
Blok migas/Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA — Inpex Masela, Ltd (Inpex Masela) menargetkan desain dan rekayasa atau front-end engineering and design (FEED) proyek LNG Abadi Blok Masela rampung  pada 2025. 

Setelahnya, keputusan investasi akhir atau final investment decision (FID) proyek ladang gas Abadi itu bakal ditetapkan pada 2026. 

“FEED ini diharapkan selesai di tahun 2025,” kata VP Corporate Services Inpex Masela Henry Banjar saat Kick-Off PMT Proyek LNG Abadi bersama SKK Migas di Jakarta, Kamis (28/12/2023). 

Henry menuturkan, pihaknya bakal memulai tender dan commencement untuk pengerjaan FEED Blok Masela pada pertengahan 2024. Pengerjaan rekayasa dasar itu diperkirakan menghabiskan waktu sekitar 13 bulan lamanya. 

Di sekitar pengerjaan rekayasa dasar itu, Inpex juga menargetkan akuisisi lahan bukan kawasan hutan bisa mulai dikerjakan pada 2024, bersamaan dengan persetujuan kelanjutan analisis dampak lingkungan (AMDAL).

“Akan kita lanjutkan dengan kegiatan komersial di 2025 dan akuisisi lahan di kawasan hutan untuk fasilitas kilang gas alam kita sekitar 770 hektare,” kata dia. 

Adapun, Inpex menargetkan proyek itu bisa onstream pada kuartal IV/2029. Selanjutnya, pengiriman kargo LNG perdana bisa dimulai pada kuartal I/2030. 

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membeberkan biaya investasi dan operasi pengembangan proyek LNG Abadi Blok Masela menyentuh di angka US$34,74 miliar setara dengan Rp535,96 triliun (asumsi kurs Rp15.428 per dolar AS).

Estimasi anyar itu muncul selepas Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyetujui Revisi 2 Rencana Pengembangan Lapangan yang Pertama (POD I) Lapangan Abadi WK Masela pada 28 November 2023.

Revisi rencana pengembangan itu telah memasukkan investasi pemasangan fasilitas penangkapan karbon atau carbon capture storage (CCS), sementara target operasi proyek dipatok pada 2030 atau 7 tahun mendatang.

“Inpex dapat melaksanakan kegiatan pengembangan Lapangan Abadi sesuai PoD,” kata Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Tutuka Ariadji lewat siaran pers dikutip Senin (4/12/2023).

Spesifiknya, Inpex bakal melaksanakan FEED untuk OLNG, FPSO, GEP dan SURF pada 2024, site preparation pada 2025 dan drilling preparation pada 2026. 

Perkiraan biaya untuk rencana pengembangan itu meliputi biaya investasi di luar sunk cost sebesar US$20,94 miliar (termasuk di dalamnya investasi CCS sebesar US$1,08 miliar), biaya operasi sebesar US$12,97 miliar dan biaya abandonment and site restoration (ASR) sebesar US$830 juta. 

Seperti diketahui, kontrak kerja sama (KKS) Wk Masela ditandatangani pada 16 November 1998 untuk jangka waktu 30 tahun dan telah mendapatkan kompensasi waktu 7 tahun, serta perpanjangan 20 tahun belakangan, dengan demikian kontrak ladang gas abadi itu bakal berakhir pada 15 November 2055. 

Pemegang hak partisipasi Blok Masela saat ini adalah Inpex Masela Ltd (65%) sekaligus sebagai operator, PT Pertamina Hulu Energi Masela (20%), dan Petronas Masela Sdn. Bhd (15%).


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper