Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Investor Korsel Bidik Proyek Strategis di IKN, Ini Bocorannya

Indonesia mengharapkan kontribusi Korea Selatan (Korsel) dalam tiga sektor prioritas pembangunan IKN. Apa saja?
Suasana pembangunan Sumbu Kebangsaan di Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Jumat (22/9/2023). Presiden Joko Widodo menyebut progres pembangunan IKN sudah mencapai sekitar 40 persen. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Suasana pembangunan Sumbu Kebangsaan di Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Jumat (22/9/2023). Presiden Joko Widodo menyebut progres pembangunan IKN sudah mencapai sekitar 40 persen. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mengungkapkan bahwa Korea Selatan termasuk dalam daftar lima besar calon investor asing yang telah menyatakan minatnya untuk berinvestasi pada sejumlah proyek strategis di IKN.

Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi OIKN, Agung Wicaksono, menyatakan dari 323 surat pernyataan minat (LoI) yang telah ditandatangani OIKN dengan sejumlah mitra, 45 persen di antaranya berasal dari negara lain, termasuk 10 LoI dari Korsel.

“Saya rasa Korea masuk dalam daftar lima besar [calon investor asing] setelah Singapura, Jepang, China, dan Malaysia,” kata Agung dalam lokakarya yang diadakan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) di Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Jumat (8/12/2023).

Sejumlah perusahaan Korsel yang telah menyatakan minat untuk menanamkan modalnya dalam pembangunan IKN antara lain LG CNS, Korea Land & Housing Corporation, Samsung C&T, LX International, dan Shinhan Sekuritas Indonesia.

Menurut Agung, Indonesia mengharapkan kontribusi Korsel dalam tiga sektor prioritas pembangunan IKN yaitu kota pintar (smart city), perumahan, dan infrastruktur konektivitas.

“Kami melihat Korea bisa banyak berkontribusi melalui [kemajuan] teknologi, misalnya LG CNS yang menunjukkan kapabilitasnya di bidang smart city untuk bagaimana membangun sebuah command center smart city-technology untuk lebih mengefisienkan pemanfaatan energi di area perumahan IKN,” ujarnya.

Dalam hal infrastruktur konektivitas, dia mengungkapkan perusahaan Korsel Daewoo sedang melakukan studi kelayakan untuk membangun terowongan tol bawah laut atau immersed tunnel di IKN.

“Di IKN itu ada area teluknya, jadi jalan tol harus dibangun memutari teluk tersebut. Tetapi dengan adanya immersed tunnel di bawah air, kita bisa bangun konektivitas tanpa merusak ekosistem perairan teluk itu,” ujar Agung, menjelaskan.

Menurutnya, jika proyek tersebut terealisasi, pembangunan tol bawah laut tersebut diperkirakan bisa memangkas waktu tempuh dari Balikpapan ke IKN dari semula dua jam menjadi hanya 30 menit.

Selain tol bawah laut, pemerintah juga sedang membangun jalan tol yang targetnya bisa rampung tahun depan, untuk memotong waktu tempuh Balikpapan-IKN menjadi sekitar 50 menit.

Agung juga menjelaskan bahwa dalam menyeleksi investor asing, pemerintah Indonesia memberlakukan sejumlah langkah, mulai dari uji kelayakan, evaluasi hasil uji kelayakan oleh konsultan yang ditunjuk oleh Kementerian Keuangan, hingga pembukaan tender.

“Jadi, investor asing are on the way, tetapi ada proses seleksi yang harus kami jalankan terlebih dahulu,” jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, menyebut peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan IKN untuk investasi asing akan dilakukan pada 2024.

Dia mengatakan groundbreaking itu akan dilakukan usai upacara HUT Kemerdekaan pada 17 Agustus 2024 di IKN atau setelah pembangunan tahap pertama selesai.

Bahlil juga membantah bahwa investor asing enggan berinvestasi di IKN. Menurut dia, pemerintah telah menetapkan klaster-klaster untuk para penanam modal.

"Bukan enggak ada yang masuk [investor asing]. Harus diingat, sudah ada yang masuk. Tetapi, saya diperintahkan Presiden (Joko Widodo) untuk di klaster A memprioritaskan pengusaha dalam negeri, agar tempat premium itu dikuasai oleh anak-anak negeri sendiri," ungkapnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Newswire
Sumber : Antara
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper