Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Boikot Produk Pro Israel Rugikan Dunia Usaha, Pemerintah Diminta Bertindak

Kadin Indonesia meminta pemerintah untuk menyikapi aksi boikot produk yang diduga pro-Israel karena telah merugikan dunia usaha.
Calon pembeli memilih makanan di salah satu minimarket yang ada di Jakarta, Senin (18/2/2019).
Calon pembeli memilih makanan di salah satu minimarket yang ada di Jakarta, Senin (18/2/2019).

Bisnis.com, JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia meminta pemerintah untuk melindungi kepastian hukum dan iklim usaha agar kondusif di tengah masifnya seruan aksi boikot produk yang diduga pro-Israel.

Pelaksana Tugas Harian Ketua Umum Kadin Indonesia Yukki Nugrahawan mengatakan, aksi boikot menimbulkan dampak kerugian bagi dunia usaha. Pasalnya, produk-produk yang diduga pro-Israel tersebut mayoritas diproduksi di Indonesia dan menyerap tenaga kerja dalam negeri.

"Aksi boikot yang belakangan marak terjadi, perlu ditindaklanjuti oleh pemerintah dengan mengarusutamakan perlindungan kepentingan nasional," ujar Yukki dalam keterangannya, dikutip Kamis (30/11/2023).

Kadin, kata Yukki, tetap bersikap netral di tengah isu geopolitik yang terjadi belakangan secara global. Para pengusaha fokus pada pengembangan bisnis dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Ihwal seruan aksi boikot, Yukki menegaskan bahwa Kadin tetap merujuk pada pernyataan Majelis Ulama Indonesia (MUI) di mana MUI tidak pernah merilis daftar produk yang terbukti berafiliasi dengan Israel. Selain itu, MUI sendiri tidak memiliki kompetensi untuk merilis daftar produk yang diduga pro-Israel dan afiliasinya.

Dengan begitu, daftar produk yang diboikot yang beredar di media sosial belum dapat dibuktikan kebenaran atas tudingan pro-Israel.

Lebih lanjut, Yukki mengimbau agar masyarakat dapat lebih bijaksana menyikapi informasi soal seruan boikot.

"Perlu berhati-hati dan tidak termakan pemberitaan hoaks yang tentunya akan sangat merugikan dunia usaha, serta berdampak pada ribuan karyawan yang bekerja dalam perusahaan tersebut," kata Yukki.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper