Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pertamina Turunkan Harga BBM Pertamax Cs, Ini Alasannya

Pertamina menurunkan harga BBM di tengah kekhawatiran potensi kenaikan harga minyak mentah dunia akibat perang Hamas-Israel.
SPBU Pertamina. /Istimewa
SPBU Pertamina. /Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — PT Pertamina (Persero) menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi per 1 November di tengah kekhawatiran pasokan dan harga minyak mentah dunia akhir tahun ini akibat ekskalasi perang Hamas-Israel.

Sementara Harga BBM jenis Pertamax, Pertamax Green 95, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex turun, Pertamina tetap menahan harga Pertalite atau Solar subsidi tidak mengalami perubahan. 

“Harga BBM nonsubsidi setiap bulannya per tanggal 1 mengalami penyesuaian mengikuti harga pasar. Namun, dapat kita sampaikan bahwa harga BBM Pertamina paling kompetitif untuk menjaga daya beli masyarakat,” kata VP Corporate Communication PT Pertamina Fadjar Djoko Santoso lewat siaran pers, Rabu (1/11/2023).

Fadjar menambahkan, di tengah fluktuasi harga minyak dunia, Pertamina terus berupaya menjaga kinerja rantai pasoknya, termasuk fleksibilitas dalam memperoleh minyak mentah sehingga harga produk BBM bisa tetap kompetitif.

“Termasuk kita juga lakukan efisiensi sehingga bisa menghemat biaya produksi, hasilnya BBM Pertamina tetap kompetitif,” kata Fadjar.

Seperti diberitakan sebelumnya, harga komoditas energi seperti batu bara dan minyak bumi kompak melemah dalam penutupan perdagangan dunia kemarin. 

Harga batu bara kontrak Desember 2023 misalnya, menurun mendekati 3% setelah mencatatkan penguatan dua hari berturut-turut. 

Berdasarkan data Bloomberg, harga batu bara ICE Newcastle kontrak Desember 2023 melemah 2,86% atau 3,95 poin ke level US$134,30 per metrik ton pada penutupan perdagangan Senin (30/10/2023). 

Dalam periode yang sama, harga batu bara ICE Newcastle kontrak November 2023 melemah 2,42% atau 3,25 poin ke level US$131 per metrik ton, mencatatkan penurunan dua kali berturut-turut. 

Secara beriringan komoditas energi lain juga melemah, harga minyak bumi melemah -3.47% menjadi US$82,57 per barel. Sedangkan dan gas alam juga longsor menjadi US$3,32 per MMBTu atau melemah -5.19%. 

Pada perdagangan hari ini (1/11/2023) pukul 6:25 PM dalam terminal Bloomberg, harga minyak berada pada level US$81,49 per barel untuk WTI dan US$87,41 per barel untuk jenis brent. 

Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menilai fluktuasi harga minyak mentah dunia tidak terelakkan jika perang di Timur Tengah terus berkecamuk. 

Seperti diketahui, kekhawatiran di pasar minyak internasional mengemuka di tengah pendudukan Israel atas wilayah Palestina di Gaza yang meluas. Pendudukan Israel di tanah Palestina ini berpotensi menarik Iran selaku pengekspor minyak utama. 

“Tentu saja masalah yang terjadi akan mempengaruhi pasar internasional minyak di dunia,” jelas Boroujerdi di Kediaman Duta Besar Republik Islam Iran, Jakarta, Selasa (31/10/23). 

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga sempat mengingatkan perang di Timur Tengah bisa mengancam sektor energi. Gangguan rantai pasok minyak dunia dapat memicu kenaikan harga BBM dalam negeri. 

“Jangan dipikir perang seperti itu tidak mempengaruhi kita, sangat mempengaruhi. Harga pangan itu menjadi naik gara-gara perang di Ukraina, ini nanti harga energi bisa naik karena perang Palestina-Israel, harga energi itu artinya bensin, Pertamax, Pertalite,” ujar Jokowi saat Rakernas VI Projo di Jakarta, Sabtu (14/10/2023).

Berikut daftar lengkap harga BBM di SPBU Pertamina per 1 November 2023:

  1. Solar subsidi: Rp6.800 per liter
  2. Pertalite: Rp10.000 per liter
  3. Pertamax: Rp13.400 per liter (sebelumnya Rp14.000 per liter)
  4. Pertamax Turbo: Rp15.500 per liter (sebelumnya Rp16.600 per liter)
  5. Pertamax Green 95: Rp15.000 per liter (sebelumnya Rp16.000 per liter)
  6. Dexlite: Rp16.950 per liter (sebelumnya Rp17.200 per liter)
  7. Pertamina Dex: Rp17.750 per liter (sebelumnya Rp17.900 per liter)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper