Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ajukan PSN untuk Kilang Bontang, Badak LNG Masuk Bisnis Hub LNG & LPG

Badak bakal memanfaatkan posisi strategis Kilang Bontang di Kalimantan Timur untuk mengoptimalkan kinerja pada lini bisnis penyimpanan LNG dan LPG tersebut.
Liquefied Natural Gas (LNG)./Istimewa
Liquefied Natural Gas (LNG)./Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — PT Badak LNG tengah menjajaki peluang bisnis baru sebagai international LNG & LPG Hub menyusul potensi pasar gas dan LNG yang tumbuh pesat di kawasan Asia-Pasifik saat ini. 

Deputy Director Marketing & Business Development PT Badak LNG Mohamad Farouk Riza mengatakan bisnis hub atau penyimpanan LNG dan LPG itu sekaligus menjadi upaya perseroan untuk memdiversifikasi bisnis ke depan. 

Saat ini, kata Farouk, Badak telah meminta persetujuan pemerintah daerah dan pusat untuk menjadikan proyek penyimpanan LNG dan LPG itu sebagai proyek strategis nasional (PSN). 

“Akan ada aktivitas hibrid di kilang yang satu proses LNG dan LPG satu lagi memanfaatkan beberapa kapasitas [idle] sebagai LNG, LPG hub, bunkering dan nanti regasifikasi,” kata Farouk saat webinar DETalk, Selasa (31/10/2023). 

Farouk menuturkan rencana bisnis anyar itu sudah mendapat persetujuan dari PT Pertamina (Persero) sebagi holding perusahaan migas pelat merah. 

“Kebutuhan LNG dan gas itu memang masih cukup tinggi, ini akan memberikan cambuk bagi Badak untuk bisa berpartisipasi khususnya di bidang hub,” kata dia. 

Nantinya, dia menambahkan, Badak bakal memanfaatkan posisi strategis Kilang Bontang di Kalimantan Timur untuk mengoptimalkan kinerja pada lini bisnis penyimpanan LNG dan LPG tersebut. 

Sementara itu, Badak memproyeksikan, potensi tambahan pasokan dari sumur gas baru diperkirakan mulai masuk pada 2027-2028. Situasi itu, diperkirakan bakal memperpanjang operasional kilang LNG Bontang 20 tahun lagi. 

Pasokan gas baru itu sebagian besar didorong sentimen positif temuan berhasil sumur eksplorasi Geng North-1, Blok North Ganal, garapan raksasa migas Italia Eni, Senin (2/10/2023) lalu. 

“Dengan adanya temuan gas baru itu maka Badak menyiapkan reaktivasi kembali 2 sampai 3 kilang yang saat ini diistirahatkan,” kata dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berupaya mempercepat proses produksi temuan gas dan kondensat dari sumur eksplorasi Geng North-1 itu dalam kurun 2 tahun ke depan.  

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Tutuka Ariadji mengatakan, sumur eksplorasi itu mengandung kondensat yang terbilang besar untuk menopang produksi minyak nasional mendatang.  

“Itu potensinya besar kalau bisa diproduksi, kita upayakan cepat selesai karena mengandung kondensat juga ada tambahan ke produksi minyak,” kata Tutuka saat ditemui di Jakarta, Selasa (3/10/2023). 

Adapun, Eni melaporkan temuan potensi sumber daya 5 triliun kaki kubik (Tcf) gas dengan kandungan kondesat sekitar 400.000 barel minyak (Mbbls). Temuan itu dibor dengan kedalaman 5.025 meter pada kedalaman air 1.947 meter, melewati kolom gas setebal sekitar 50 meter di reservoir batu pasir miocene dengan sifat petrofisika yang baik. 

Uji produksi sumur telah berhasil dilakukan untuk penilaian menyeluruh atas penemuan gas, meskipun dibatasi oleh fasilitas pengujian, studi ini memungkinkan untuk memperkirakan kapasitas sumur hingga 80-100 MMscfd dan sekitar 5-6 kbbld kondensat.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor : Kahfi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper