Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Penuhi Kebutuhan Pasar, Arwana Citramulia Ekspansi Bangun Pabrik Baru

Arwarna Citramulia (ARNA) terus berekspansi dengan  membangun pabrik baru atau Plant 6 seluas 22 hektar di daerah Jawa Barat tahun depan.
Pabrik keramik Arwana Citra Mulia Tbk/Bisnis.com
Pabrik keramik Arwana Citra Mulia Tbk/Bisnis.com

Bisnis.com, MOJOKERTO - Emiten keramik, Arwana Citramulia Tbk. (ARNA) optimistis di sisa tahun ini akan mampu menggenjot penjualan yang sempat terkoreksi di periode September 2023 dibanding tahun lalu.

Merujuk pada laporan keuangan yang dirilis belum lama ini, penjualan bersih emiten ini tercatat sebesar Rp1,84 triliun atau tersebut turun tipis sebesar 8,05% yoy dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp2 triliun.

Menurut Chief Operational Officer Arwana Citramulia Eddy Suyanto kinerja perseroan hingga September masih di bawah harapan, terutama dari sisi penjualan karena efek pasar keramik yang mengalami gejolak. Namun, ini perlu disikapi dengan strategi dan terobosan, utamanya di jaringan pemasaran.

"Kami ingin memperkuat jaringan pemasaran dengan menambah subdistributor dari 46 menjadi 53 dan juga menambah 6 depo penunjang untuk wilayah Medan, Padang, Lampung, Madiun, Karawang dan Wonogiri," kata Eddy saat ditemui di pabrik baru Plant 5C di Mojokerto, Jawa Timur, Senin (30/10/2023)

Selain meningkatkan ketersediaan produk di daerah untuk menaikan penjualan dan mengandalkan stok yang memadai untuk kebutuhan pasar, Arwana juga terus merilis desain-desain produk baru serta meluncurkan varian baru.

Di sisi lain, kendati masuk tahun politik dengan adanya Pilpres dan Pileg, Eddy meyakini, prospek ekonomi tahun depan lebih bagus dan Arwana siap untuk menggenjot produksi dan meningkatkan penetrasi pasar.

Keyakinan itu didasarkan pada adanya beberapa kebijakan pemerintah yang dilihatnya mendukung pertumbuhan industri keramik, di antaranya soal harga gas sebagai sumber energi pabrik keramik yang dijaga pemerintah dan adanya insentif bebas PPN bagi pembelian rumah di bawah Rp2 miliar. 

"Harga gas kami memang ada kenaikan tapi tidak terlalu signifikan dan wajar. Industri keramik bersedia menerima kenaikan dari 6 US$ ke 6,5 US$, ini tidak sampai 10 persen sehingga tidak perlu dibebankan ke konsumen. Yang penting harus dijaga suplai gasnya," tambahnya. 

Selain itu, kabar baik lainnya soal insentif bebas PPN bagi pembelian rumah di bawah Rp2 miliar. Hal ini membuat sektor properti kembali bergeliat, terutama di segmen rumah murah dan juga menengah.

Sektor properti, kata Eddy, salah satu sektor yang menyerap banyak tenaga kerja dan memiliki efek domino bagi sektor-sektor penunjang lain, salah satunya industri keramik sehingga punya dampak yang besar bagi pertumbuhan ekonomi.

Cerahnya prospek industri keramik ke depannya membuat Arwarna Citramulia terus berekspansi dengan  membangun pabrik baru atau Plant 6 di daerah Jawa Barat tahun depan seluas 22 hektar. Hal itu menambah kapasitas produksi terpasang dari 68,7 juta meter persegi mendekati 80 juta persegi meter.

Di kesempatan yang sama, Chief Financial Officer Arwana Citramulia Rudy Sujanto mengatakan saat ini perseroan sedang menyiapkan modal kerja sebesar kurang lebih Rp700 miliar untuk kebutuhan penyelesaian pabrik Plant 4C di Sumatera Selatan dan pembangunan awal Plant 6 di Jawa Barat.

"Capex 2024 awalnya Rp200 miliar hanya untuk Plant 4C. Sisanya untuk Plant 6 di tahun 2025, sekitar Rp400 miliar karena untuk pembebasan lahan dan pembelian mesin Rp100-Rp150 miliar . Rencananya, semester II/2025 kedua pabrik sudah bisa operasi," jelas Rudy.

Nantinya, kedua pabrik ini akan bisa memproduksi homogeneus tiles granit ukuran 60x60 atau bisa 80x80 seperti yang digarap pabrik Plant 5C Mojokerto yang sudah berproduksi sejak bulan April 2023 lalu, tergantung dari permintaan pasar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Wahyu Arifin
Editor : Kahfi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper