Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Banjir Produk Impor hingga Pelemahan Rupiah Buat Industri Elektronik Ketar-ketir

Gabungan Pengusaha Elektronik (Gabel) tengah mewaspadai ancaman banjir produk impor hingga pelemahan nilai tukar rupiah.
Pengunjung melihat barang elektronik disalah satu toko elektronik di Makassar (Bisnis/Paulus Tandi Bone)
Pengunjung melihat barang elektronik disalah satu toko elektronik di Makassar (Bisnis/Paulus Tandi Bone)

Bisnis.com, JAKARTA - Gabungan Pengusaha Elektronik (Gabel) tengah mewaspadai ancaman banjir produk impor hingga pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi beberapa waktu terakhir. 

Sekretaris Jenderal Gabel Daniel Suhardiman mengatakan, pemerintah harus sigap dan mempercepat efek berlipat ganda dari kasus banjir impor hingga kenaikan harga bahan baku akibat nilai dolar Amerika Serika (AS) yang menguat. 

"Lartas [larangan terbatas] harus segera diimplementasikan untuk menjaga agar suplai produksi dalam negeri naik sehingga tidak kena pukulan ganda," kata Daniel kepada Bisnis, Selasa (24/10/2023). 

Terkait dengan dampak pelemahan nilai rupiah, Daniel menuturkan, hal tersebut dapat memengaruhi ongkos produksi mengingat hampir semua barang elektronik menggunakan bahan baku dan komponen impor dengan porsi 60-70%. 

Apabila tren pelemahan rupiah terus berlanjut, bukan tidak mungkin ongkos produksi meningkat dan memengaruhi kenaikan harga jual elektronik di pasar. Namun, Daniel memastikan para pengusaha tidak akan langsung menaikkan harga. 

"Saya pikir pelaku usaha masih wait and see, dan tidak akan gegabah langsung menaikkan harga jual dalam kondisi pasar yang cukup lesu," ujarnya. 

Di sisi lain, Daniel melihat peluang untuk mengantisipasi dampak negatif pelemahan rupiah dengan rencana pemerintah yang akan memberlakukan larangan dan pembatasan impor border

Menurutnya, skema pengawasan border akan melindungi pasar domestik dari banjir produk impor ilegal. Tak hanya itu, pembatasan impor juga akan meningkatkan investasi industri elektronik dalam negeri. 

Dengan demikian, produksi barang elektronik dapat dimaksimalkan dalam negeri sehingga tidak bergantung pada barang impor. 

"Kita ambil contoh dengan diberlakukan lartas untuk AC beberapa tahun lalu, investasi industri AC sudah masuk dan nilainya boleh dibilang termasuk besar," terangnya. 

Dengan aturan perubahan pada sistem lalu lintas barang dari post border ke border, Daniel menilai secara jangka pendek dampaknya tidak begitu signifikan. Justru, industri lokal harus siaga menyeimbangkan pasokan dengan percepatan pengembangan industri. 

Namun, dampak jangka panjang dari aturan ini diyakni dapat mendorong investasi yang masuk dari dalam maupun luar negeri. Dengan begitu, kondisi ini pun dapat membuka peluang penyerapan tenaga kerja baru dan mendongkrak daya beli masyarakat. 

"Yang penting konsistensi pemerintah terhadap pemberlakuan lartas apabila memang akan diterapkan, termasuk tingkat komponen dalam negeri," pungkasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper