Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bulgaria akan Bangun Pabrik Pengolahan Daging di Indonesia, Dirut PT GMU Beri Bocoran Lokasinya

Dirut PT GMU Hendro Santoso mengatakan Bulgaria akan bangun pabrik pengolahan daging di Indonesia.
Ilustrasi/Freepik.com
Ilustrasi/Freepik.com

Bisnis.com, JAKARTA - Direktur Utama PT Garuda Mitra Unggul (GMU) Hendro Santoso menyatakan bahwa Bulgaria berencana membangun pabrik pengolahan daging di Indonesia.

Dia menyatakan itu setelah pihak Bulgaria dari Bella Grup bekerja sama dengan PT GMU Indonesia untuk produksi makanan halal di Bulgaria terkhusus rendang asal Indonesia. 

"Kita dalam 12 bulan ini akan market research dan penelitian, lokasi pabrik tergantung dari hasil market research-nya, bisa di Jakarta, bisa di Bali," katanya, saat ditanyai di Indonesia-Eropa Business Forum (IEBF), di Hotel Ritz Carlton Jakarta, Selasa (17/10/2023). 

Hendro menyatakan bahwa sebelumnya Bulgaria sudah membuat line produksi khusus untuk halal food di negaranya. Sebanyak 9 pabrik besar yang Bulgaria punya, dan salah satu pabriknya difokuskan untuk memproduksi rendang. 

"Jadi spice dan bumbu kita akan bekerja sama dengan UMKM dari Sumatera supaya menjaga original rasanya, tapi dagingnya akan dari sana (Bulgaria). Jadi makannya kita bilang collaborate, dan dimasaknya di sana tapi dengan supervisi both parties," ujarnya. 

Dia menjelaskan bahwa Bella Grup adalah perusahaan yang sangat besar di Bulgaria, memproduksi 350 ton daging atau makanan dari mulai pastry, meet, butter. 

Kemudian, untuk rencana Indonesia ke depan, dia mengatakan juga akan mencari makanan lain untuk bisa dengan formula yang sama, untuk dipasarkan di Eropa Timur dan Barat. 

Dia menjelaskan bahwa produk rendang ini menjadi yang pertama dan memang sudah ada dalam program Presiden Joko Widodo (Jokowi) sejak awal 2023 dalam “Indonesia Spice Up the World”.

"Kebetulan pak Dubes bantu kita perkenalan untuk rendang ini akan diproduksi di Bulgaria, spice-nya tapi original dari sini, ini produk pertama Indonesia yang bisa go to Europe, untuk Eropa Barat dan Timur," tambahnya. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper