Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Regulator Sekuritas Bertemu Investor Asing untuk Yakinkan Prospek Ekonomi China

Regulator sekuritas China bertemu dengan perwakilan dari manajer aset terkemuka Barat untuk meyakinkan prospek ekonomi China.
Seorang pembeli di sebuah toko kelontong di Beijing, China, pada hari Kamis, 4 Agustus 2022. China melaporkan penurunan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 0,3 persen yoy pada Juli 2023./Bloomberg
Seorang pembeli di sebuah toko kelontong di Beijing, China, pada hari Kamis, 4 Agustus 2022. China melaporkan penurunan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 0,3 persen yoy pada Juli 2023./Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Regulator sekuritas China bertemu dengan perwakilan dari manajer aset terkemuka Barat pada Jumat (26/8/2023) untuk meyakinkan prospek ekonomi negara tersebut. 

Mengutip Reuters, Sabtu (26/8/2023) Komisi Sekuritas dan Regulasi China (CSRC) mengadakan pertemuan virtual, setidaknya dengan enam lembaga keuangan global. 

Menurut para sumber, Wakil Ketua CRSC, Fang Xinghai menjadi tuan rumah pertemuan tersebut tersebut dari China. Pihak CSRC menolak untuk berkomentar. 

Kemudian, diketahui juga bahwa seorang eksekutif dari Fidelity International, termasuk di antara mereka ada yang berasal dari dana-dana besar yang hadir. Pihak Fidelity juga menolak untuk berkomentar. 

Dapat diketahui bahwa pertemuan ini dilakukan ketika China berusaha keras untuk menopang kepercayaan investor di pasar. China juga telah berjuang oleh krisis sektor properti yang semakin dalam, dan melemahnya pertumbuhan Negara. 

Perekonomian China sendiri tumbuh dengan laju yang lamban di kuartal II/2023 di tengah lemahnya permintaan di dalam dan luar negeri. Hal tersebut kemudian mendorong para analis menurunkan perkiraan pertumbuhan China untuk tahun ini. 

Negara dengan perekonomian terbesar kedua tersebut juga telah mengambil serangkaian langkah untuk mendukung pasar. Namun, stimulus sederhana sejauh ini gagal memuaskan investor. 

Para investor sendiri menginginkan respon kebijakan yang lebih kuat, termasuk pengeluaran pemerintah yang masif. 

Berdasarkan catatan Bisnis, Dewan Negara China memaparkan rencana untuk lebih menarik investasi asing. Selain itu rencana tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan lingkungan bisnis termasuk langkah-langkah pajak dan visa. 

Pemerintah China sendiri ingin menarik lebih banyak investasi di industri-industri utama, dan mendorong perusahaan-perusahaan asing untuk mendirikan pusat penelitian dan pengembangan di negara tersebut. 

Meskipun China sudah membuka akses ekonomi setelah kebijakan zero covid pada akhir 2022, ekonomi China terus merosot terutama dengan menurunya pasar perumahan China. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper