Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Raksasa China Evergrande Bangkrut, Agen Properti Gigit Jari

Sejumlah raksasa properti China, termasuk Evergrande memiliki utang sekitar Rp2 triliun yang belum dibayarkan ke agen properti Centaline.
China Evergrande Center di Wan Chai, Hong Kong, pada Senin (20/9/2021)/Bloomberg-Kyle Lam
China Evergrande Center di Wan Chai, Hong Kong, pada Senin (20/9/2021)/Bloomberg-Kyle Lam

Bisnis.com, JAKARTA – Agen properti kenamaan China, Centaline menuntut 1 miliar yuan atau sekitar Rp2 triliun yang belum dibayarkan dari sejumlah pengembang properti China, salah satunya Evergrande.

Melansir dari South China Morning Post, Selasa (22/8/2023), Evergrande, Kaisa Group Holding, Baoneng Group, Shimao Property Holdings, dan sejumlah perusahaan lainnya berhutang 1 miliar yuan kepada Centaline Shenzhen.

Hal itu terungkap dalam sebuah tangkapan layar dari dokumen yang ditandatangani oleh sang Kepala Eksekutif, Alex Shi pada 10 Agustus, yang belum lama ini beredar di internet. Pihak Centaline Group mengonfirmasi keabsahan dokumen yang diserahkan perusahaan kepada pemerintah daerah itu.

Centaline Shenzhen telah mengajukan tuntutan hukum terhadap sejumlah pengembang properti untuk memulihkan 535 juta yuan atau sekitar Rp1,1 triliun dari komisi yang belum dibayarkan. Perusahaan berhasil memenangkan 400 juta yuan atau sekitar Rp843 miliar dan kini menunggu keputusan pengadilan untuk sisa uang yang dituntut.

Selagi menunggu tuntutannya dipenuhi, Centaline Shenzhen kini mengalami kesulitan membayar komisi para pekerjanya.

“Sangat disayangkan bahwa perusahaan dan para pekerja menderita kerugian akibat jatuhnya sejumlah developer baru-baru ini yang gagal membayar komisi Centaline seperti biasa dan sesuai jadwal,” kata perusahaan itu, seraya menambahkan bahwa pihaknya telah membentuk tim untuk melakukan sejumlah usaha untuk mengatasi masalah.

Menurut dokumen, dalam industri di mana remunerasi staf penjualan biasanya terdiri dari gaji pokok dan komisi, karyawan hanya mendapat komisi setelah pemberi kerja menerima pembayaran dari pengembang.

Jika pemerintah China bersikeras agar Centaline Shenzhen membayarkan pekerja sebelum seluruh tuntutannya terhadap para developer dibayarkan, bahkan jika dibatasi hanya untuk karyawan garis depan, maka beban keuangan tambahan pada perusahaan diperkirakan lebih dari 400 juta yuan dan akan memperburuk posisi keuangan perusahaan.

Namun, hampir semua pengembang yang disebutkan dalam dokumen tersebut terjebak dalam krisis utang. Evergrande baru-baru ini mengumumkan bahwa utangnya sudah jauh melebihi nilai asetnya. Berkaitan dengan itu, Centaline Shenzhen mungkin tidak dapat mendapatkan kembali uangnya meskipun menang di pengadilan.

Komisi penjualan termasuk dalam kategori hak kredit umum, sama seperti utang kepada pemasok umum. Centaline Shenzhen paling tidak dapat menggunakan pelestarian pra-litigasi untuk menyita aset dan akun utama tergugat sebelum melakukan negosiasi ekstensif.

Centaline Unit Shenzhen, didirikan pada 1997, merupakan agen real estat utama di kota China selatan yang memiliki lebih dari 5.000 agen. (Lydia Tesaloni Mangunsong)


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Redaksi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper