Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Geliat Pariwisata Bikin Setoran Pajak Hotel dan Restoran Melonjak

Aktivitas sektor pariwisata yang semakin bergeliat membuat setoran pajak hotel dan pajak restoran hingga Mei 2023 melonjak.
Ilustrasi pajak. /Freepik
Ilustrasi pajak. /Freepik

Bisnis.com, JAKARTA – Aktivitas sektor pariwisata yang makin bergeliat membuat setoran pajak hotel dan pajak restoran hingga Mei 2023 tumbuh hingga berkali lipat dibandingkan 2022.

Berdasarkan catatan Kementerian Keuangan, tumbuhnya aktivitas sektor pariwisata salah satunya ditunjukkan oleh peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman).

Kemenkeu melaporkan jumlah kunjungan wisman ke Tanah Air mencapai 865.810 kunjungan per April 2023, atau naik hampir tiga kali lipat dibandingkan posisi yang sama pada tahun lalu.

Dari jumlah kunjungan tersebut, wisman yang berkunjung ke Indonesia didominasi oleh turis asal Malaysia dengan porsi sebesar 17,01 persen, diikuti Australia sebanyak 12,69 persen, dan wisman Singapura berkontribusi 11,24 persen.

Secara kumulatif, jumlah kunjungan wisman sejak Januari – April mencapai 3,17 juta kunjungan. Demikian pula dengan kondisi tingkat penghunian kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia tercatat 41,37 persen per April 2023 atau naik 7,14 poin secara tahunan.

Hal ini membuat perekonomian daerah terus menguat seiring pertumbuhan realisasi pajak yang bersifat konsumtif, mulai dari pajak hotel, hiburan, restoran, hingga setoran pajak parkir.

Untuk realisasi pajak hotel saja, pemerintah telah mengantongi Rp3,52 triliun per Mei 2023. Jumlah ini mencerminkan pertumbuhan sebesar 96,4 persen secara year-on-year (yoy).

Jika diperinci secara wilayah, setoran pajak hotel di Bali mencapai Rp1,23 triliun atau naik 863,4 persen dibandingkan tahun lalu, yang sebesar Rp128,17 miliar.

Tak cuma bali, setoran pajak hotel di Nusa Tenggara Timur (NTT) juga melesat 46 persen secara tahunan atau dari Rp18,30 miliar tahun lalu menjadi Rp26,74 miliar per Mei lalu. Adapun setoran pajak hotel Yogyakarta naik 46 persen yoy menjadi Rp145,31 miliar.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan bahwa kinerja di beberapa daerah pariwisata Indonesia memang terus menunjukkan pemulihan dari dampak pandemi Covid-19.

“Kinerja di beberapa daerah sudah menunjukkan pemulihan kuat, seperti Bali, NTT, dan Yogyakarta yang mengalami scarring effect akibat pandemi juga ada konfirmasi adanya pemulihan cukup kokoh,” ujarnya dalam konferensi pers baru-baru ini.

Geliat juga ditunjukkan oleh realisasi setoran pajak hiburan yang melesat 81,8 persen yoy menjadi Rp845,9 miliar. Capaian ini diikuti pajak restoran yang tumbuh 34,8 persen menjadi Rp6 triliun, sementara setoran pajak parkir mencapai Rp588,07 miliar atau naik 37,9 persen yoy.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dionisio Damara
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper