Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bos BI: Inflasi Akan Kembali ke 2-4 Persen pada Kuartal III/2023

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan bahwa kebijakan suku bunga acuan BI konsisten mengarahkan inflasi inti tetap terkendali di sisa tahun 2023.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan keterangan dalam acara pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan Bulan Mei 2023./ Youtube Bank Indonesia.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan keterangan dalam acara pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan Bulan Mei 2023./ Youtube Bank Indonesia.

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) optimistis laju inflasi akan kembali lebih cepat dari perkiraan sebelumnya ke tingkat 2-4 persen.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan bahwa kebijakan suku bunga acuan BI konsisten mengarahkan inflasi inti tetap terkendali pada kisaran 2-4 persen di sisa 2023.

Selain itu, BI juga memperkirakan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) akan segera kembali ke sasaran target 2-4 persen lebih cepat, yaitu pada kuartal III/2023.

Perkiraan tersebut kata Perry sejalan dengan laju inflasi hingga April 2023 yang turun sangat cepat, juga inflasi inti yang tetap terjaga pada kisaran 2-4 persen.

“Inflasi itu pernah mencapai 5,7 persen sekarang turun sangat rendah, yang lebih rendah juga inflasi inti tetap berada di titik tengah di bawah 3 persen,” katanya dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Kamis (25/5/2023).

Perry menyampaikan ada empat alasan BI yakin bahwa inflasi akan tetap rendah dan menurun lebih cepat tahun ini.

Pertama, yaitu konsistensi kebijakan suku bunga acuan BI secara forward looking dan preemptive dalam mengarahkan ekspektasi inflasi dan inflasi. 

Ekspektasi dari konsensus ekonom pun kata Perry mencerminkan laju inflasi akan turun lebih cepat. Konsensus ekonom memperkirakan inflasi akan mencapai tingkat 3,3 persen pada akhir 2023.

Kedua, BI terus mengarahkan kebijakan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah sehingga dapat mendukung penurunan inflasi.

Ketiga, sinergi yang kuat dari Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP, serta keempat, didukung oleh inflasi pangan yang turun lebih cepat.

“Inflasi volatile food pada Agustus September tahun lalu sekitar 11,3 persen, sekarang di bawah 5 persen yaitu 3,74 persen. Ini sangat rendah,” jelasnya.  

Adapun, pada RDG Mei 2023, BI memutuskan untuk kembali mempertahankan suku bunga acuan sebesar 5,75 persen, suku bunga deposit facility tetap sebesar 5 persen dan suku bunga lending facility tetap sebesar 6,50 persen.

“Keputusan mempertahankan BI7DRR sebesar 5,75 persen ini konsisten dengan stance kebijakan moneter untuk memastikan inflasi inti terkendali dalam kisaran 3,0±1 persen di sisa 2023 dan inflasi IHK dapat segera kembali ke dalam kisaran sasaran 3,0±1 persen pada kuartal III/2023,” jelas Perry.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Maria Elena
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper