Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kadin Ajak Semua Negara Asean Gunakan Kode QR, Transformasi Digital

Asean QR Code merupakan salah satu program comprehensive legacy pada satu dari lima isu prioritas yang dibahas Asean BAC, yakni transformasi digital.
Ketua Umum Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid saat menyampaikan sambutan B20 Summit 2022 ddi Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Kabupaten Badung, Bali, Minggu (13/11/2022) - Tangkapan Layar Youtube B20 Indonesia 2022.
Ketua Umum Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid saat menyampaikan sambutan B20 Summit 2022 ddi Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Kabupaten Badung, Bali, Minggu (13/11/2022) - Tangkapan Layar Youtube B20 Indonesia 2022.

Bisnis.com, MAGELANG - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong seluruh negara Asean menggunakan kode QR atau QR code dalam melakukan transaksi pembayaran.

Hal itu turut jadi pembahasan Kadin Indonesia selaku pimpinan Keketuaan Asean Business Advisory Council (BAC) dalam sesi konsultasi dengan para menteri ekonomi Asean atau yang mewakili pada Asean Economic Ministers (AEM) Retreat ke-29.

Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid mengatakan sejauh ini, negara yang telah menggunakan QR Code adalah Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Namun Kamboja dan Filipina juga telah memulai penggunaan layanan tersebut.

"Jadi nanti kita akan mengundang Laos, kita akan bantu Laos bagaimana [menggunakan QR]," ujarnya usai pertemuan, Rabu (22/3/2023).

Selain Laos, Kadin Indonesia juga mengajak Myanmar dan Timor Leste yang hari ini turut hadir sebagai pengamat dalam acara AEM-Asean BAC tersebut.

"Tadi itu yang saya katakan inklusif. Namun mana [negara] yang bisa jalan, jalan dulu,” ucap dia.

Adapun Asean QR Code merupakan salah satu program comprehensive legacy pada satu dari lima isu prioritas yang dibahas Asean BAC, yakni transformasi digital.

Program ini, lanjutnya, bertujuan mempermudah UMKM bekerja sama dengan bisnis lainnya di kawasan.

"Asean QR Code nanti transaksinya adalah currency lokal. Kalau rupiah ya rupiah, baht ya baht, itu juga mengurangi biaya dari transaksi," sebut dia.

Terpisah, Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga menuturkan satu dari tujuh isu prioritas yang dibahas dalam AEM Retreat adalah Leader's Statement to Develop the Asean Digital Economy Framework (DEFA).

Salah satu yang dibahas dalam DEFA ini, imbuh Jerry, adalah terkait akses pembayaran digital, baik itu kepada negara-negara Asean maupun akses kepada pelaku-pelaku usaha sehingga membuat pembayaran lebih efisien.

"Soal DEFA ini konsepnya kita memastikan bagaimana ekosistem digital itu berlaku. Tentunya dalam hal ini perlu pendekatan infrastruktur digital, kesamaan konsep digitalisasi seperti pembayaran dan lainnya," tutupnya.

Berdasarkan catatan Bank Indonesia (BI), bank sentral dari empat negara Asean, yaitu Bank Indonesia, Bank Negara Malaysia (BNM), Bangko Sentral ng Pilipinas (BSP), Monetary Authority of Singapore (MAS), dan Bank of Thailand (BOT) sudah sepakat bekerja sama mendukung pembayaran yang lebih cepat, murah, transparan dan inklusif secara digital.

Salah satu perwujudannya adalah dengan mengimplementasikan QRIS antarnegara. Nantinya, transaksi tidak perlu lagi mengkonversi atau menukarkan mata uang saat berbelanja di negara yang dikunjunginya, cukup dengan memindai kode QR.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Rahmi Yati
Editor : Farid Firdaus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper