Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

UBS AG Jadi Penyelamat Credit Suisse

Dalam perkembangan terbaru ada upaya UBS AG meminta US$6 miliar dari pemerintah Swiss untuk menutupi biaya jika ingin membeli saingannya yang sedang kesulitan.
Gedung kantor Credit Suisse Group AG pada malam hari di Bern, Swiss, pada Rabu (15/3/2023). Bank sentral dan regulator keuangan Swiss mengatakan Credit Suisse Group AG akan menerima bantuan likuiditas jika diperlukan untuk memulihkan kepercayaan terhadap bank setelah sahamnya merosot ke level terendah sepanjang masa./Bloomberg-Stefan Wermuth
Gedung kantor Credit Suisse Group AG pada malam hari di Bern, Swiss, pada Rabu (15/3/2023). Bank sentral dan regulator keuangan Swiss mengatakan Credit Suisse Group AG akan menerima bantuan likuiditas jika diperlukan untuk memulihkan kepercayaan terhadap bank setelah sahamnya merosot ke level terendah sepanjang masa./Bloomberg-Stefan Wermuth

Bisnis.com, JAKARTA - UBS Group AG setuju untuk membeli Credit Suisse Group AG dalam kesepakatan bersejarah. Aksi ini dimediasi pemerintah yang bertujuan untuk mengatasi krisis kepercayaan yang mengancam akan menyebar ke seluruh pasar keuangan global.

Menurut sumber yang mengetahui masalah ini, seperti ditulis Bloomberg, Bank Swiss membayar lebih dari US$2 miliar untuk membeli kompetitorya itu. 

Sebelumnya, UBS AG disebut meminta US$6 miliar dari pemerintah Swiss untuk menutupi biaya jika ingin membeli saingannya yang sedang kesulitan.

Otoritas berwenang saat ini sedang berusaha keras untuk menyelesaikan krisis kepercayaan pada Credit Suisse, bank yang paling signifikan secara global terjebak dalam gejolak yang dipicu oleh Bangkrutnya Silicon Valley Bank (SVB) dan Signature Bank.

Para regulator menginginkan resolusi sebelum pasar dibuka kembali, orang yang mengetahui masalah ini tanpa ingin disebutkan namanya memperingatkan bahwa pembicaraan tersebut menghadapi hambatan yang signifikan, dan 10.000 pekerjaan mungkin harus dipangkas jika kedua bank tersebut bergabung.

Orang tersebut mengatakan jaminan yang diminta UBS akan menutupi biaya penutupan beberapa bisnis Credit Suisse dan biaya litigasi potensial. Meski demikian, Credit Suisse, UBS, dan pemerintah Swiss menolak berkomentar lebih lanjut terkait hal tersebut.

Negosiasi ini terjadi setelah sepekan yang bergejolak bagi saham-saham perbankan dan upaya-upaya di Eropa dan Amerika Serikat (AS) untuk menopang sektor ini.

Pemerintahan Presiden AS Joe Biden bergerak untuk melindungi deposito konsumen sementara bank sentral Swiss meminjamkan miliaran dolar kepada Credit Suisse untuk menstabilkan neraca keuangannya yang goyah.

UBS berada di bawah tekanan dari pihak berwenang Swiss untuk mengambil alih saingan lokalnya untuk mengendalikan krisis, kata dua orang yang mengetahui masalah ini. Rencana tersebut dapat membuat bisnis Credit Suisse di Swiss dipisahkan.

Pihak berwenang AS terlibat, bekerja sama dengan rekan-rekan mereka di Swiss untuk membantu menengahi kesepakatan.

Langkah Warren Buffett

Sebelumnya pada Sabtu lalu, Warren Buffett dari Berkshire Hathaway Inc juga telah mengadakan diskusi dengan para pejabat senior pemerintahan Biden mengenai krisis perbankan.

Seperti diberitakan Bloomberg, kontak antara Buffett dan administrasi pemerintah Joe Biden diungkapkan oleh beberapa sumber yang mengetahui masalah tersebut, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya.

Sayangnya, selum jelas peran apa yang mungkin dimainkan oleh Warren Buffett untuk mengatasi krisis setelah kolapsnya Silicon Valley Bank, Signature Bank, dan Silvergate Capital Corp.

Buffett sendiri punya sejarah panjang dalam keterlibatannya membantu bank yang mengalami krisis, memanfaatkan status dan bobot finansialnya untuk memulihkan kepercayaan pada perusahaan yang sakit.

Contohnya, Bank of America Corp. pernah mendapatkan suntikan modal dari Buffett pada 2011 setelah sahamnya anjlok di tengah kerugian terkait subprime mortgage.

Dia juga pernah memberikan bantuan sebesar US$5 miliar kepada Goldman Sachs Group Inc. pada 2008 untuk menopang bank setelah keruntuhan Lehman Brothers Holdings Inc.

Hingga berita ini diturunkan perwakilan Berkshire Hathaway dan Gedung Putih Washington tidak segera menanggapi permintaan komentar Bloomberg. Pejabat di Departemen Keuangan AS juga menolak berkomentar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper