Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Inflasi AS Masih Tinggi, The Fed Diproyeksi Kerek Suku Bunga 25 Bps pada Maret & Mei

The Fed diproyeksi menaikkan suku bunga acuan hingga kisaran 5 persen - 5,25 persen pada Mei 2023.
Logo bank central Amerika Serikat atau The Federal Reserve di Washington, Amerika Serikat, Minggu (19/12/2021). Bloomberg/Samuel Corum
Logo bank central Amerika Serikat atau The Federal Reserve di Washington, Amerika Serikat, Minggu (19/12/2021). Bloomberg/Samuel Corum

Bisnis.com, JAKARTA – Bank sentral Amerika Serikat Federal Reserve diperkirakan menaikkan suku bunga acuan masing-masing sebanyak 25 basis poin pada dua pertemuan mendatang.

Hal tersebut dikarenakan data menunjukkan inflasi AS tetap tinggi di bulan Februari dan kekhawatiran krisis perbankan jangka panjang mereda.

Dilansir dari Reuters pada Rabu (15/3/2023), suku bunga berjangka the Fed mencerminkan proyeksi suku bunga acuan ke kisaran 4,75 persen – 5 persen pada pertemuan The Fed 21-22 Maret mendatang, dengan 15 persen perkiraan suku bunga tidak berubah.

Pada bulan Mei, suku bunga acuan diproyeksi naik lebih lanjut ke kisaran 5 persen - 5,25 persen.

Hingga akhir pekan lalu, pasar keuangan memperkirakan kenaikan suku bunga 50 basis poin untuk membendung inflasi yang terus-menerus tinggi.

Sementara itu, Departemen Tenaga Kerja AS mencatat indeks harga konsumen (IHK) AS naik 6 persen pada Februari 2023 dari periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).

Inflasi AS ini lebih rendah dibandingkan inflasi Januari 2023 yang mencapai 6,4 persen yoy. Dibandingkan bulan sebelumnya (month-on-month/mom), inflasi AS mencapai 0,4 persen, lebih rendah dari Januari 2023 dengan inflasi 0,5 persen.

Angka inflasi AS sesuai konsensus ekonom dalam survei. Berdasarkan konsensus IHK tahunan pada Februari 2023 diperkirakan naik 6 persen yoy, sedangkan IHK bulanan diperkirakan naik 0,4 persen.

Di sisi lain, IHK inti yang menghilangkan komponen energi dan makanan naik 0,5 persen mom dan 5,5 persen yoy.

Angka inflasi inti ini lebih rendah dari bulan Januari 2023 yang mencapai 5,6 persen yoy dan sejalan dengan proyeksi analis, namun naik secara bulanan dari 0,4 persen mom.

tim analis Jefferies mengatakan inflasi telah memuncak tetapi tetap tinggi dan tidak menurun secepat yang diinginkan the The Fed.

"Serangkaian kegagalan bank regional baru-baru ini kemungkinan besar menutup pintu untuk kenaikan suku bunga sebesar 50 (basis poin), tetapi data hari ini menunjukkan bahwa The Fed akan tetap berada di jalurnya untuk kenaikan sebesar 25 (basis poin) pada tanggal 22 Maret," ungkap mereka.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper