Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Kemenhub Jajaki Buka Rute Penyeberangan Dumai Malaka

Kemenhub membuka peluang kerja sama angkutan penyeberangan Dumai – Malaka dengan pemerintah Malaysia.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 22 Februari 2023  |  08:35 WIB
Kemenhub Jajaki Buka Rute Penyeberangan Dumai  Malaka
Ilustrasi angkutan penyeberangan. Pelabuhan penyeberangan Merak di Kota Celegon, Provinsi Banten. - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah Indonesia akan meningkatkan kerja sama dengan Malaysia pada sektor transportasi. Pelayanan angkutan penyeberangan Dumai – Malaka dan pembukaan rute penerbangan ke destinasi wisata Indonesia menjadi beberapa rencana kedua negara.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, saat melakukan kunjungan kerja ke Malaysia untuk bertemu dengan Menteri Transportasi Malaysia Loke Siew Fook pada Selasa (21/2/2023) kemarin.

Budi Karya mengatakan, kedua negara membahas sejumlah hal dalam rangka penguatan kerja sama di sektor transportasi. Menurutnya, hubungan kerja sama kedua negara selama ini sudah terjalin dengan baik. 

“Kedua negara berkomitmen untuk terus meningkatkan kerja sama di sektor transportasi pasca pandemi Covid-19,” ujarnya dikutip dari keterangan resmi, Rabu (22/2/2023).

Salah satu bentuk kerja sama yang dibahas adalah inisiatif kedua negara untuk membuka pelayanan angkutan penyeberangan kapal roro dengan rute Dumai – Malaka. Budi Karya memaparkan Kemenhub dan Kementerian Transportasi Malaysia telah melakukan peninjauan ke Pelabuhan Sri Junjungan di Dumai dan Pelabuhan Tanjung Bruas di Malaka pada Oktober 2022 lalu. 

Budi Karya melanjutkan, kedua pelabuhan tersebut tengah berada dalam proses pengembangan sarana dan prasarana, yang dimulai pada tahun 2023. Hal ini dilakukan agar kedua pelabuhan dapat mendukung pelayaran kapal roro berstandar internasional.

Dia mengatakan, kedua pelabuhan tersebut ditargetkan dapat mulai beroperasi pada 2026 atau tiga tahun mendatang.

 “Kami memiliki komitmen yang sama yaitu bagaimana tindak lanjut rencana  pelayanan roro Dumai – Malaka dapat segera terwujud, untuk mendukung konektivitas kawasan sub regional Indonesia, Malaysia, Thailand – Growth Triangle (IMT – GT),” ucap Menhub.

Selanjutnya, di sektor udara kedua negara juga tengah menjajaki kemungkinan pembukaan konektivitas udara ke beberapa destinasi wisata di Indonesia pasca pandemi virus corona. Hal ini sejalan dengan perjanjian bilateral pelayanan transportasi udara kedua negara dan perjanjian Asean Open Sky.

“Kami juga sepakat untuk terus bekerja sama mengimplementasikan konektivitas antara kawasan ASEAN dengan Uni Eropa dalam kerangka kerjasama ASEAN – European Union Comprehensive Air Transport Agreement (EU CATA),” tutur Menhub.

Selain itu, Menhub juga mengharapkan dukungan dari Malaysia terkait kelanjutan implementasi perjanjian Realignment Flight Information Region (FIR) antara Indonesia dan Singapura yang telah ditandatangani pada 2022 lalu.

Adapun, Budi Karya menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh Malaysia pada pencalonan Indonesia sebagai anggota dewan Organisasi Maritim Dunia atau International Maritime Organization (IMO) periode 2024-2025. 

Dia menambahkan, Indonesia juga akan memberikan dukungan balik kepada Malaysia yang mencalonkan diri menjadi anggota dewan IMO.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kemenhub malaysia feri penyeberangan
Editor : Rio Sandy Pradana

Artikel Terkait



Berita Lainnya

    Berita Terkini

    back to top To top