Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Airlangga Minta PUPR Bangun Gedung Pakai Teknologi LRB, Bisa Tahan Gempa!

Airlangga Hartarto mengatakan teknologi LRB cocok digunakan untuk bangunan di Indonesia yang rawan bencana gempa.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto di kantor Kemenko Perekonomian, Kamis (5/1/2023). JIBI/Ni Luh Anggela.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto di kantor Kemenko Perekonomian, Kamis (5/1/2023). JIBI/Ni Luh Anggela.

Bisnis.com, JAKARTA - Penggunaan Lead Rubber Bearing (LRB) umumnya digunakan sebagai bantalan pada struktur jalan dan jembatan untuk meredam goncangan gempa. Namun, komponen tersebut juga perlu dimasifkan pada proyek bangunan atau gedung.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, meminta hal tersebut secara langsung kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, saat kunjungan di pabrik LRB miliki PT Magdatama Multi Industri di Karawang, Senin (30/1/2023). 

"Pak Menteri PUPR mungkin ini perlu dipertimbangkan untuk bangunan juga perlu dipersiapkan, karena di negara-negara yang rawan gempa biasanya bangunan juga pake bearing," kata Airlangga, Senin (30/1/2023).

Airlangga mengatakan LRB cocok digunakan untuk bangunan di Indonesia yang rawan bencana gempa. Adapun, sebelumnya terdapat sejumlah proyek yang menggunakan LRB Magdatama yaitu Jembatan Kretek di Bantul, Tol Bangkinang-Pangkalan-Pekanbaru, Jembatan Besuk di Lumajang, dan lainnya. 

Berdasarkan informasi pada laman resmi Bina Marga Kementerian PUPR, Lead Rubber Bearing atau LRB terdiri dari bantalan karet dan baja berinti timbal yang dilaminasi dengan dengan pelat baja untuk pemasangan ke struktur jembatan. Material Karet dari LRB ini bertindak sebagai pegas. 

Ketika gempa terjadi, LRB dapat memperpanjang periode alami jembatan dan mengurangi kekuatan horizontal yang disebabkan oleh berat struktur. Ini bisa menjadi pedoman untuk desain struktur bawah yang lebih ekonomis.

Pada kesempatan tersebut, Airlangga juga mendorong pembangunan proyek strategis menggunakan produk dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan bahan baku impor. Dia menjelaskan, pabrik LRB di Karawang memiliki kapasitas sebanyak 14.000 unit per tahun. 

"Ini memenuhi kebutuhan dari Pak Basuki untuk bearing baik itu jalan maupun jembatan. Bahan bakunya hampir seluruhnya juga local content, baik itu baja maupun dari karet," jelasnya.

Menteri Basuki menanggapi dan menyanggupi arahan tersebut. Dia memastikan ke depannya, tak hanya proyek jembatan dan jalan tol saja yang menggunakan LRB, tapi juga proyek gedung-gedung akan menggunakan LRB. 

"Saya kira ini nanti dengan perintahnya Pak Menko akan saya kembangkan untuk gedung-gedung terutama di kawasan-kawasan yang memang rentan gempa bumi berdasarkan pemetaan BMKG, badan geologi, BNPB, BRIN," ujar Basuki.

Lebih lanjut, dia menerangkan LRB memang diperuntukkan sebagai komponen yang dapat meredam gaya gempa sehingga menjaga ketahanan struktur proyek. Dia pun telah melihat standar Eropa yang menggunakan LRB pada gedung.

Berdasarkan catatannya, ada 4 gedung di Indoensia yang sudah memakai LRB, salah satunya yaitu Gedung PUPR di Sumatra Barat. Lewat arahan tersebut, dia akan mengembangkan penggunaan LRB pada gedung-gedung yang berada di lokasi rawan gempa bumi.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper