Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

CEO JPMorgan: Sistem Kerja WFH Tak Cocok untuk Anak Muda

CEO JPMorgan Chase & Co Jamie Dimon mengungkapkan work from home (WFH) atau bekerja dari rumah tidak cocok untuk anak muda.
Asahi Asry Larasati
Asahi Asry Larasati - Bisnis.com 25 Januari 2023  |  21:22 WIB
CEO JPMorgan: Sistem Kerja WFH Tak Cocok untuk Anak Muda
Ilustrasi burnout akibat work from home (WFH) - Freepik
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - CEO JPMorgan Chase & Co Jamie Dimon mengungkapkan work from home (WFH) atau bekerja dari rumah tidak cocok untuk anak muda.

"(WFH) ini tidak cocok untuk anak-anak muda," jelas Jamie di Davos, Swiss, dikutip dari Bloomberg pada Rabu (25/1/2023).

Komentar Jamie muncul di tengah perlambatan industri keuangan di seluruh dunia dan meningkatnya tanda-tanda resesi, yang telah mendorong banyak bank besar untuk memangkas bonus, melakukan PHK, dan menghentikan sementara perkrutan.

Ketidakpastian ekonomi telah meningkatkan kekhawatiran di antara para pekerja di seluruh industri bahwa para atasan dapat memerintahkan karyawan kembali bekerja di kantor sebagai alasan untuk memberhentikan karyawan, meskipun pasar tenaga kerja masih kuat.

Jamie telah menjadi salah satu kritikus paling vokal terhadap pekerjaan jarak jauh. Terlepas dari komentarnya, para pimpinan banyak bank besar baru-baru ini mengakui bahwa karyawan mereka biasanya hanya berada di kantor antara tiga sampai empat hari dalam seminggu.

Beberapa bos Wall Street, seperti Jane Fraser dari Citigroup, lebih memilih karyawan WFH karena dapat meningkatkan keterlibatan bahkan produktivitas. Selain itu, Fraser juga menilai produktivitas bisa menurun hanya karena menghabiskan waktu terlalu lama di kantor.

Dalam kesempatan lain, Pimpinan Morgan Stanley James Gorman mengatakan bahwa bekerja lima hari seminggu di kantor tidak akan terjadi lagi, dan Jamie sebelumnya telah mengizinkan bahwa sekitar 40 persen dari karyawannya akan bekerja dengan model hybrid atau gabungan bekerja di kantor dan di rumah.

Dalam sebuah survei yang dilakukan terhadap ribuan pekerja WFH, sistem kerja model hybrid sejauh ini merupakan pendekatan yang paling populer bagi para pekerja di kantor saat ini.

Namun, dengan banyaknya pengumuman PHK, fleksibilitas yang diharapkan oleh banyak karyawan kantoran dapat berisiko di beberapa sektor.

Goldman berencana melakukan PHK terhadap 3.200 karyawan, meskipun mereka akan terus merekrut karyawan secara selektif. Bank of America Corp. menghentikan sementara perekrutan kecuali untuk peran-peran yang paling penting.

Morgan Stanley terlambat untuk melakukan penataan ulang tenaga kerja karena tidak banyak melakukan pengurangan dalam beberapa tahun terakhir. Namun, perusahaan ini juga telah memulai rencana PHK.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wfh jpmorgan
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top