Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Top 5 News BisnisIndonesia.id: Ketar-Ketir Industri Batu Bara hingga Imlek Berdarah di AS

Berita pilihan BisnisIndonesia.id: industri batu bara yang bergejolak karena tindakan Pemerintah China hingga tragedi berdarah di Amerika Serikat.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 23 Januari 2023  |  07:41 WIB
Top 5 News BisnisIndonesia.id: Ketar-Ketir Industri Batu Bara hingga Imlek Berdarah di AS
Sejumlah kapal tongkang yang mengangkut batubara berada di Sungai Mahakam di Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (13/10/2021). Bloomberg - Dimas Ardian
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Aksi Pemerintah China yang akan membuka blokir impor batu bara dari Australia diyakini berpengaruh besar terhadap pasar batu bara Indonesia. Ditambah lagi dengan keinginan Pemerintah Australia yang berencana menerapkan kebijakan wajib pasok domestik (domestic market obligation/DMO), membuat pengusaha di dalam negeri mulai ketar-ketir.

Dengan aksi pemerintah kedua negara itu, potensi lonjakan harga batu bara di pasar global kian terbuka, apalagi persaingan untuk mendapatkan pasokan emas itu juga makin ketat ke depannya.

Sejak invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022, banyak negara kini mulai menggenjot konsumsi batu bara untuk memenuhi kebutuhan energinya, bahkan Uni Eropa yang sebelumnya telah merencanakan penghentian penggunaan emas itu malah berlomba-lomba menaikkan impornya.

Sejumlah negara Eropa seperti Jerman, Belanda, dan Belgia telah menghidupkan kembali pembangkit batu bara sebagai dampak dari pemangkasan gas oleh Rusia.

Berita tentang industri batu bara di Tanah Air menjadi salah satu berita pilihan editor BisnisIndonesia.id hari ini, Senin (23/1/2022). Selain berita tersebut, beragam kabar ekonomi dan bisnis yang dikemas secara mendalam dan analitik juga tersaji dari meja redaksi BisnisIndonesia.id.

Berikut ini highlight BisnisIndonesia.id:

 

Industri Alas Kaki (Tak) Gentar Hadapi Resesi

Kinerja industri alas kaki bertumbuh positif pada kuartal ketiga 2022 dengan produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga konstan (ADHK) yang mencapai Rp7,87 triliun, kendati banyak perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, angka tersebut meningkat 13,44 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/YoY) yang mencapai Rp6,94 triliun. PDB industri alas kaki, termasuk produk kulit dan barang dari kulit, secara konsisten bertumbuh sejak 2021.

Kinerja industri alas kaki sempat terkontraksi selama lima kuartal berturut-turut, yaitu sejak kuartal keempat 2019 hingga kuartal akhir 2020. Hal ini terjadi salah satunya lantaran adanya pandemi Covid-19. Namun, kinerjanya kemudian berbalik arah membaik dan konsisten tumbuh sejak kuartal pertama 2021. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada kuartal ketiga 2021 yang mencapai 18,12% (YoY).

Industri alas kaki, termasuk produk kulit dan barang dari kulit, merupakan sektor manufaktur nonmigas penyumbang PDB terbesar ke-13. Kontribusi sektor ini masih di bawah industri mesin dan perlengkapan, namun lebih besar dari industri furnitur.

 

Rencana Induk Jaringan Transmisi & Distribusi Gas Bumi 2022—2031

Komitmen pemerintah untuk mengoptimalkan potensi gas bumi di Tanah Air kian kuat sejalan dengan kebutuhan energi yang juga terus meningkat. Terlebih, gas bumi juga bisa menjadi jembatan dalam pelaksanaan transisi energi fosil menuju ke energi baru terbarukan (EBT).

Ditambah lagi, Indonesia memiliki sumber daya energi yang melimpah ruah, termasuk gas bumi dengan cadangan terbukti yang mencapai sekitar 41,62 triliun kaki kubik (TCF). Indonesia juga masih memiliki 68 cekungan potensial yang belum tereksplorasi.

Seperti yang pernah diungkapkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, pemanfaatan gas bumi akan menjadi alternatif utama pada masa transisi, apalagi dalam beberapa tahun ini banyak ditemukan cadangan gas yang bisa menjadi modal besar untuk mencapai ketahanan energi nasional.

“Kita punya gas, ditambah lagi ada penemuan gas baru di Sumatra Utara dan potensi yang besar di Jawa Timur. Makanya sekarang lagi dibangun jaringan gas agar semua tersambung dari ujung Sumatra sampai ke Jawa Timur untuk ketahanan energi kita ke depan,” kata Arifin.

 

Ketar-Ketir Industri Batu Bara RI Dibayangi Aksi China-Australia

Aksi Pemerintah China membuat harga batu bara acuan (HBA) Indonesia melambung dan konsisten bergerak di level tinggi, bahkan sempat bertengger di level tertinggi dalam 12 tahun terakhir pada Oktober 2022 sebesar US$330,97 per ton.

Di sisi lain, faktor cuaca masih membayangi dan berpotensi mengganggu rantai pasok emas hitam itu. Tak hanya di Indonesia, tingginya curah hujan menyebabkan terjadinya gangguan distribusi batu bara di Australia sebagai salah satu pemasok batu bara global terutama ke negara importir, seperti Jepang dan Korea Selatan.

Kendati Indonesian Mining & Energy Forum (IMEF) memproyeksikan permintaan batu bara dari Indonesia akan tetap tinggi pada tahun ini, pengusaha di Tanah Air tetap harus waspada.

“Jika China membuka kembali keran impor batu bara Australia, tentu akan memberikan pengaruh terhadap pasar batu bara Indonesia,” kata Ketua IMEF Singgih Widagdo, Jumat (20/1/2023).

 

Suku Bunga Meroket, KPR Bakal Jadi Penopang Kredit Konsumsi

Kinerja industri properti cenderung masih lesu selama periode pandemi hingga akhir tahun 2022 lalu. Meski demikian, kredit pemilikan rumah (KPR) justru diperkirakan bakal menjadi pendongkrak kredit konsumsi perbankan pada awal tahun ini.

Bank Indonesia kembali menaikkan suku bunga acuan dalam Rapat Dewan Gubernur Januari 2023 ini sebesar 25 basis points (bps) menjadi 5,75 persen. Seiring dengan itu, kalangan perbankan pun bakal terus melakukan penyesuaian suku bunga kredit dan simpanannya.

Kondisi ini bakal menjadikan permintaan kredit cenderung tertekan di masa mendatang, akibat kenaikan cicilan yang sejalan dengan kenaikan suku bunga kredit. Namun, menariknya, Bank Indonesia justru menemukan bahwa permintaan kredit cenderung bakal meningkat pada awal tahun ini.

Berdasarkan survei perbankan yang dirilis Bank Indonesia pada awal tahun ini, penyaluran kredit baru perbankan diperkirakan tumbuh meningkat pada kuartal I/2023 dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

 

Imlek Berdarah di Amerika Serikat, 10 Orang Tewas Ditembak

Perayaan Hari Raya Imlek di Amerika Serikat dinodai aksi penembakan missal. Sedikitnya sepuluh orang meninggal dunia dan 10 lainnya dilarikan ke berbagai rumah sakit karena luka yang dideritanya. Belum jelas apakah korban penembakan itu warga AS keturunan China atau lainnya.

Satu hal yang pasti, penembakan di dekat LA itu terjadi setelah festival Tahun Baru Imlek. Sheriff LA County mengatakan penembakan terjadi di Monterey Park, sebuah kota yang dihuni oleh banyak penduduk Asia.

Motif penembakan, di saat orang-orang bersuka ria merayakan Tahun Baru Imlek pada Sabtu malam itu, masih belum diketahui. Mengutip keterarangan polisi setempat, New York Post seperti diunggah di situs nypost.com menyebutkan penembakan terjadi di sebuah studio dansa di Monterey Park, pada pukul 22:22.

Monterey Park, yang berada di pinggiran Los Angeles ini, berpenduduk 61.000 orang. Populasi di kota ini didominasi warga Asia-Amerika. Di wilayah ini sejumlah besar pasar dan restoran Asia berada.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batu bara alas kaki Suku Bunga gas bumi imlek
Editor : Jaffry Prabu Prakoso
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top