Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

PHK Massal Startup di AS, Ruang Perkantoran Kosong Melonjak 27,6 Persen

Paasokan ruang kantor di New York mengalami oversupply imbas dari PHK massal oleh perusahaan teknologi. Bahkan tingkat kekosongan itu melampaui periode pandemi.
Suasana co-working space di Cocowork The Maja, Jakarta Selatan./cocowork.co
Suasana co-working space di Cocowork The Maja, Jakarta Selatan./cocowork.co

Bisnis.com, JAKARTA – Pasar perkantoran di New York dan San Fransisco, Amerika Serikat tengah mengalami tingkat kekosongan ruang yang melonjak 27,6 persen akibat pemutusan hubungan kerja (PHK) massal pada perusahaan teknologi.

Berdasarkan laporan dari broker Coldwell Banker Richard Ellis (CBRE) Group Inc. angka tersebut lebih tinggi 3,7 persen dibandingkan saat pandemi Covid-19 lalu.

Dikutip dari Bloomberg, Sabtu (14/1/2023) peningkatan pasokan ruang perkantoran di kedua kota tersebut juga imbas dari pemotongan biaya perusahaan.

Kepala Eksekutif Wharton Property Advisors, Ruth Colp-Haber memprediksi penyerapan ruang akan semakin melambat pada tahun ini, karena biaya pinjaman meningkat dan ekonomi memasuki potensi resesi, sehingga membatasi kemampuan pengelola untuk menarik penyewa baru.

“Semua biaya untuk operasional gedung naik, biaya konstruksi dan tenaga kerja naik. Ini semua adalah biaya harian mereka untuk membuka gedung mereka untuk bisnis. Kemudian, di sisi pendapatan, harga sewa akan turun,” ujarnya.

Di sisi lain, banyak bank dan dana utang real estat ingin mengurangi eksposur mereka terhadap aset properti komersial yang berisiko, terutama kantor, di mana pasokan ruang semakin bertambah secara nasional dan nilainya turun.

Data CBRE di New York menyebutkan pada kuartal IV/2022, pasokan ruang kantor yang tersedia di pasar naik menjadi 19,2 persen dari 18,8 persen.

Sebagian besar permintaan diarahkan ke kantor baru, sehingga ruangan yang lebih tua tidak memiliki daya tarik. Bahkan, harga sewa turun 27 persen di bawah rata-rata dalam 5 tahun lima tahun terakhir.

Beberapa perusahaan yang melakukan pemotongan biaya operasian secara besar-besaran yaitu Salesforce Inc., Compass Inc., yang menyewakan kantor pusatnya di New York, dan Meta Platforms Inc. yang menyerahkan kantor Manhattan meski baru saja dibangun.

Padahal, Meta merupakan salah satu penyewa paling aktif yang menyerap ruang di pasar perkantoran selama beberapa tahun terakhir. Mereka memuruskan untuk tidak lagi menyediakan ruang di Park Avenue dan kantor di Hudson Yards.

Compass juga ingin menyewakan sisa ruangannya di markas Union Square, di 90 Fifth Ave., di mana beberapa lantainya sudah disewakan.

“Kemunduran teknologi akan memiliki konsekuensi yang signifikan untuk pasar New York. Mereka adalah pendorong utama dari ekspansi yang ada di sektor perkantoran selama pandemi,” lanjut Colp-Haber.

Tak hanya perusahaan teknologi, PHK juga mengalir ke industri jasa keuangan, misalnya bank-bank besar seperti Goldman Sachs Group Inc. dan Morgan Stanley yang merencanakan pengurangan staf, yang dapat memperlambat pasar lagi.

Sementara itu, di San Francisco penurunan penyerapan ruang kantor menjadi bagian dari perlambatan besar terhadap kondisi ekonomi. Harga rumah jatuh dan sektor pariwisata kembali mengalami perlambatan.

Salesforce, perusahaan swasta terbesar di kota tersebut berencana untuk memangkas 10 persen tenaga kerjanya dan mengurangi keterisian ruang kantor untuk menyesuaikan dengan pengeluaran. 

Perusahaan besar lainnya seperti Twitter Inc. hingga DoorDash Inc. juga telah memangkas tenaga kerja, sementara perusahaan Lyft Inc. pun telah mengurangi kantor.

"Dengan industri teknologi menjadi pemain dominan di San Francisco dan di seluruh wilayah Teluk San Francisco, kami telah melihat kembalinya kantor menjadi salah satu yang terendah di negara ini,” ujar Direktur Eksekutif CBRE Colin Yasukochi.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Kahfi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper