Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Transaksi Perbankan Digital Diproyeksi Bisa Sampai 20 Kali Lipat APBN

Pada 2023, Bank Indonesia atau BI memperkirakan transaksi perbankan digital akan mencapai Rp67.600 triliun atau lebih dari 20 kali lipat dibandingkan APBN
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 06 Desember 2022  |  11:20 WIB
Transaksi Perbankan Digital Diproyeksi Bisa Sampai 20 Kali Lipat APBN
Ilustrasi perbankan digital atau digital banking. - Freepik
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan bahwa digitalisasi sistem pembayaran berakselerasi dengan sangat cepat.

Pada tahun ini, BI memperkirakan transaksi perbankan digital akan meningkat menjadi sebesar Rp53.100 triliun, naik 30,19 persen dari tahun lalu sebesar Rp40.800 triliun.

Sementara pada tahun depan, transaksi perbankan digital diproyeksi meningkat sebesar 27,2 persen menjadi Rp67.600 triliun.

“Perkembangan perbankan digital, perbankan sekarang sudah kami digitalisasi, semua transaksi dengan cellular phone naik menjadi Rp67.600 triliun,” katanya dalam Rakornas Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) 2022, Selasa (6/2/2022).

Sejalan dengan itu, transaksi e-commerce pada tahun ini diperkirakan meningkat sebesar 21,87 persen menjadi Rp489 triliun.

Pada tahun depan, transaksi e-commerce tersebut pun diproyeksi kembali meningkat tinggi, sebesar 17 persen menjadi Rp572 triliun.

“Perkembangan e-commerce terus melesat dan sejak pandemi semakin meningkat. Untuk pertumbuhan e-commerce, akan meningkat menjadi sebesar Rp572 triliun [pada 2023], jelas Perry.

Dia menambahkan, transaksi uang elektronik pada tahun ini akan mencapai Rp404 triliun atau tumbuh 32,27 persen dibandingkan dengan tahun lalu.

Pada 2023, transaksi uang elektronik ditargetkan dapat mencapai Rp508 triliun atau tumbuh 25,7 persen dibandingkan periode 2022.

Adapun pertumbuhan transaksi non-tunai ke depannya akan terus digenjot. Satu inisiasi yang akan dilakukan adalah menyatukan sistem pembayaran di kawasan Asean. 

Ketua Umum Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) Kartika Wirjoatmodjo mengatakan melalui integrasi sistem pembayaran itu, nantinya setiap negara perlu bersepakat ihwal standardisasi dalam hal implementasi sistem pembayaran. “Kami optimistis Asean sebagai kawasan ekonomi yang solid dan tangguh akan mampu menghadapi tantangan atas pesatnya pertumbuhan ekonomi digital,” ujarnya saat menjadi pembicara kunci dalam ajang 50th Asean Banking Council Meeting di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Jumat (2/12/2022).

Dalam perkembangan lain, saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20, Bank Indonesia telah menandatangani nota kesepahaman dengan Bank Negara Malaysia, Bangko Sentral ng Pilipinas, Monetary Authority of Singapore, dan Bank of Thailand.

Nota kesepahaman tersebut ditujukan untuk mewujudkan dan mendukung pembayaran lintas batas yang lebih cepat, murah, transparan, dan inklusif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Digital Banking sistem pembayaran Bank Indonesia
Editor : Muhammad Khadafi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top