Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Wirausaha Sosial Asia Pasifik Butuh Solusi Finansial untuk Aksi Iklim

Studi yang dilakukan berfokus pada topik perubahan iklim sebagai kedaruratan global. Generasi muda dinilai makin terlibat aktif dalam mengembangkan solusi iklim
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 06 Desember 2022  |  22:22 WIB
Wirausaha Sosial Asia Pasifik Butuh Solusi Finansial untuk Aksi Iklim
Generasi muda dinilai makin terlibat aktif dalam mengembangkan solusi iklim dan berkolaborasi dengan berbagai organisasi untuk meminimalisasi dampak negatif operasi usaha terhadap lingkungan.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - UNDP dan Citi Foundation melalui program Youth Co:Lab melaporkan bahwa salah satu tantangan wirausaha sosial di Asia Pasifik dalam mengatasi krisis iklim disebabkan oleh sulitnya dalam mengakses sistem pembiayaan. 

Sebanyak 68 persen responden  dalam riset gabungan tersebut mengaku kesulitan dalam mengakses pembiayaan, yang membuat aksi pencegahan krisis iklim menjadi lebih menantang. 

Selain itu, kurangnya jejaring ke mitra yang relevan dan minimnya literasi serta pelatihan juga menjadi tantangan tertinggi kedua dan ketiga dalam mengatasi krisis iklim. 

Sebanyak 55 persen responden mengaku tidak memiliki jejaring mitra yang relevan dan 46 persen dari responden tidak memiliki literasi yang cukup.

Adapun penelitian UNDP dan Citi Foundation itu sendiri melibatkan lebih dari 1.000 wirausaha sosial muda di 25 lokasi di Asia Pasifik. 

CEO Citi Asia Pacific Peter Babej mengatakan studi yang dilakukan berfokus pada topik perubahan iklim sebagai kedaruratan global.

Generasi muda dinilai makin terlibat aktif dalam mengembangkan solusi iklim dan berkolaborasi dengan berbagai organisasi untuk meminimalisasi dampak negatif operasi usaha terhadap lingkungan.

“Wirausaha sosial memiliki peran penting untuk menghadapi krisis iklim, dan kami berkomitmen untuk mendukung komunitas yang inspiratif ini, untuk mengembangkan solusi berkelanjutan yang inovatif,” kata Peter dalam keterangan resminya, Selasa (6/12/2022). 

Sementara itu CEO Citi Indonesia Batara Sianturi mengatakan para wirausaha sosial yang tergabung dalam Youth Co:Lab memiliki Ide dan gerakan yang inovatif serta relevan dengan permasalahan sosial dan lingkungan di Indonesia. 

Mereka, lanjut Batara, juga mampu menghadirkan solusi yang efektif dan menciptakan dampak positif kepada komunitas sekitar. 

Berdasarkan hasil studi, keterlibatan yang lebih besar dengan mitra berskala nasional, akses ke pendanaan, inisiatif peningkatan kapasitas dan pengembangan riset dapat mendukung wirausaha sosial muda untuk mempercepat aksi iklim dengan lebih optimal. 

“Kami berharap agar kolaborasi dengan para wirausaha sosial dapat terus dihadirkan demi mendukung Indonesia yang lebih berkelanjutan. Bagi kami, inilah salah satu investasi konkret Citi untuk generasi muda dan masa depan bumi kita,” kata Batara. 

Pada 2020 dan 2021, Citi menyalurkan pembiayaan dan memfasilitasi program keuangan keberlanjutan senilai US$222 miliar.

Citi juga berkomitmen untuk menyalurkan pembiayaan berkelanjutan sebesar US$1 triliun dollar pada 2030. Dari dana itu, sekitar US$500 miliar digunakan untuk pembiayaan lingkungan dan US$500 miliar untuk pembiayaan sosial.

Lebih lanjut mengenai alasan pemilihan lokasi studi, topografi Asia Pasifik karena kawasan ini menjadi lebih rentan terhadap risiko perubahan iklim dibandingkan kawasan lainnya di dunia. 

Hal ini menimbulkan ancaman bagi masa depan yang berkelanjutan bagi lebih dari 660 juta generasi muda di kawasan Asia Pasifik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

WIRAUSAHA SOSIAL mitigasi perubahan iklim citibank undp
Editor : Wahyu Arifin
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top